Para Jagal Zionis Sambut Dimulainya Kembali Perang Gaza
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i172244-para_jagal_zionis_sambut_dimulainya_kembali_perang_gaza
Parstoday – Dua pejabat ekstrem Rezim Zionis, menyambut baik dimulainya kembali serangan-serangan brutal pasukan rezim ini ke Jalur Gaza.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 18, 2025 17:05 Asia/Jakarta
  • Para Jagal Zionis Sambut Dimulainya Kembali Perang Gaza

Parstoday – Dua pejabat ekstrem Rezim Zionis, menyambut baik dimulainya kembali serangan-serangan brutal pasukan rezim ini ke Jalur Gaza.

Itamar Ben-Gvir, mantan Menteri Keamanan Internal Israel, dan Bezalel Smotrich, mantan Menteri Keuangan Rezim Zionis, selain menyambut serangan brutal baru Israel, ke Gaza, juga menyebut serangan itu sebagai langkah yang benar dan bermoral.
 
Ben-Gvir, hari ini, Selasa (18/3/2025) mengaku menyambut baik dimulainya kembali serangan-serangan luas Israel, ke Jalur Gaza.
 
Pada saat yang sama, Bezalel Smotrich, mengatakan, “Operasi Gaza, sepertinya berbeda dengan apa yang sudah terjadi sampai sekarang, dan kita harus memulainya dengan serius sehingga bisa mencapai kemenangan.”
 
Beberapa jam sebelumnya, Kanal 12 televisi Israel, melaporkan, Perdana Menteri Rezim Zionis Benjamin Netanyahu, menuntut supaya Ben-Gvir, kembali menjabat Menteri Keamanan Internal, minggu ini.
 
Menurut Kanal 12 TV Israel, kemajuan signifikan sehari yang lalu dalam perundingan dengan Ben-Gvir, telah dicapai, dan Netanyahu, bermaksud mengembalikannya ke Kabinet minggu ini.
 
Danny Danon, Duta Besar Israel, di PBB, terkait serangan-serangan udara Israel, ke Jalur Gaza, menekankan bahwa dimulainya kembali perang sebagai hal yang urgen, dan tidak akan perdamaian di Gaza.
 
Ia menyoroti keputusan Dewan Keamanan PBB, untuk menggelar sidang darurat terkait perang Gaza dan menuturkan, “Sekalipun DK PBB, setiap hari menggelar sidang, selama seluruh tawanan belum kami bebaskan, dan belum kami kembalikan ke rumahnya, maka kami akan terus berperang.”
 
Sebaliknya Yair Golan, mantan Deputi Kepala Staf Gabungan Militer Iran, dan merupakan salah satu pimpinan oposisi Rezim Zionis, menyerang PM Israel Benjamin Netanyahu.
 
Ia mengatakan, Netanyahu, menggunakan para tawanan sebagai kartu dalam permainan untuk mempertahankan posisinya, dan untuk membebaskan Israel, dari tangan Netanyahu korup dan berbahaya itu, adalah dengan menggelar demonstrasi-demonstrasi luas di Wilayah pendudukan.
 
Militer Israel, atas perintah Benjamin Netanyahu, dan Menteri Perang, Israel Katz, memulai agresinya ke Gaza, dan sampai sekarang telah menyebabkan 450 orang gugur, dan 500 lainnya terluka.
 
Berdasarkan laporan-laporan awal, sebagian besar korban gugur dan luka dalam serangan brutal Israel, terbaru ke Jalur Gaza, adalah anak-anak dan perempuan. (HS)