Peringatan akan Meluasnya Kekerasan di Suriah, 1.348 Kematian dalam Satu Tahun
-
Kekerasan di Suriah
Pars Today - Laporan yang terdokumentasi dari Suriah menunjukkan berlanjutnya kekerasan mematikan dalam setahun terakhir, yang telah menyebabkan lebih dari 1.300 orang tewas dan secara serius mengancam masa depan koeksistensi dan keamanan di negara ini.
Statistik yang tercatat sejak Desember 2024 menunjukkan bahwa kekerasan terorganisir, pembunuhan yang dimotivasi oleh identitas dan motif sektarian, dan ledakan sisa-sisa perang terus merenggut nyawa warga sipil Suriah.
Menurut laporan Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah, setidaknya 1.348 orang telah tewas selama periode ini, di mana 574 di antaranya terkait langsung dengan motif keagamaan atau sektarian. Statistik ini tidak hanya menunjukkan dalamnya jurang pemisah sosial, tetapi juga merupakan peringatan serius tentang risiko meningkatnya kekerasan terorganisir dan terkikisnya fondasi koeksistensi dalam masyarakat Suriah.
Sisa-sisa perang yang mematikan, termasuk ranjau dan amunisi yang belum meledak, terus menimbulkan ancaman konstan bagi warga sipil, terutama anak-anak.
Menurut laporan yang sama, 792 orang terluka akibat alat peledak ini selama periode yang sama, termasuk 357 anak-anak dan 23 perempuan. Insiden ini terjadi di daerah yang dikuasai oleh pemerintah, pemerintahan otonom Kurdi, dan kelompok lain, menunjukkan bahwa bahaya konflik terus berlanjut di luar garis kendali.
Pemerintah Suriah saat ini tampaknya tidak hanya gagal memberikan stabilitas dan melindungi warga sipil, tetapi juga menambah ketegangan dengan laporan serangan terhadap minoritas, khususnya di wilayah Sahel dan Suwayda.
Analisis menunjukkan bahwa ketidakpuasan yang meluas di kalangan komunitas Arab Sunni dan hubungan yang tegang dengan minoritas dapat membuat pemerintah menjadi pemerintah tanpa dukungan sosial yang luas.
Dalam keadaan seperti itu, melindungi warga sipil, melawan kekerasan berbasis identitas, dan memperkuat supremasi hukum telah menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah keruntuhan sosial lebih lanjut.(sl)