Media rezim Zionis: Iran adalah Pemenang Perang
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i187756-media_rezim_zionis_iran_adalah_pemenang_perang
Pars Today – Surat kabar Zionis Haaretz dalam sebuah laporan menulis bahwa Iran akan menjadi pemenang sejati dari perang ini.
(last modified 2026-04-05T11:58:22+00:00 )
Mar 27, 2026 14:08 Asia/Jakarta
  • Drone-dronel Iran
    Drone-dronel Iran

Pars Today – Surat kabar Zionis Haaretz dalam sebuah laporan menulis bahwa Iran akan menjadi pemenang sejati dari perang ini.

Menurut laporan IRNA pada hari Jumat (27/3/2026) yang mengutip jaringan Al-Mayadeen, media rezim Zionis tersebut dalam laporannya menambahkan bahwa kali ini juga, seperti pada Juni 2025, Iran akan menjadi pemenang sejati dari perang ini.

 

Haaretz menambahkan bahwa Benjamin Netanyahu menderita sifat narsistik dan tidak memikirkan apa pun selain kepentingan dirinya sendiri.

 

Menurut IRNA, mantan perdana menteri rezim Zionis sebelumnya mengkritik kabinet saat ini dan mengatakan: “Kepemimpinan saat ini tidak tahu bagaimana cara menang; kita tidak akan menang, baik dalam perang melawan Hamas di Gaza, maupun melawan Hizbullah di Lebanon, dan juga tidak melawan Iran.”

 

Naftali Bennett, setelah pernyataan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Eyal Zamir mengenai kemungkinan runtuhnya internal militer Israel akibat kekurangan personel, mengatakan: “Tentara Israel menghadapi kekurangan 20 ribu prajurit. Saat ini ada 100 ribu pemuda Haredi yang berada pada usia wajib militer dan memiliki kondisi kesehatan yang baik. Jika hanya seperlima dari mereka direkrut, masalah ini tidak akan ada.”

 

Bennett, yang berbicara kepada Kanal 12 Israel, melancarkan kritik keras terhadap kabinet Benjamin Netanyahu dan memperingatkan tentang konsekuensi dari memprioritaskan politik di atas pertimbangan keamanan oleh kabinet Israel saat ini.

 

Mantan perdana menteri Israel itu menambahkan bahwa kabinet Netanyahu mengutamakan politik di atas segalanya, dan karena itulah mereka sampai pada situasi ini.

 

Dalam wawancara tersebut, Bennett mengatakan: “Ada kelas politik di sini yang menghalangi tentara Israel untuk meraih kemenangan.”

 

Ia juga menyatakan, “Kita di sini telah membentuk sebuah kabinet Haredi,” dan menyerukan agar situasi ini diakhiri.

 

Mantan perdana menteri rezim Zionis itu menekankan perlunya integrasi masyarakat Haredi ke dalam militer, pasar kerja, dan sistem pendidikan. Ia mengatakan: “Tunjangan pemerintah harus dikaitkan dengan pekerjaan dan dinas militer. Siapa pun yang tidak bekerja tidak boleh menerima shekel (mata uang Israel), dan siapa pun yang tidak menjalani dinas militer juga tidak boleh menerima shekel.”

 

Bennett juga mengkritik kabinet rezim Zionis saat ini dan menegaskan bahwa keberhasilan harus diukur dengan hasil strategis yang nyata, bukan dengan pernyataan-pernyataan kemenangan.

 

Ia, yang dianggap sebagai salah satu kandidat utama untuk menggantikan perdana menteri Israel dalam pemilu mendatang, secara tegas menolak kemungkinan bergabung dengan kabinet saat ini dan berkata: “Saya adalah satu-satunya orang yang dapat menggantikan Netanyahu.”

 

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Eyal Zamir, dalam pernyataannya yang menimbulkan kontroversi di kalangan politik Israel, memperingatkan para pejabat politik rezim Zionis bahwa jika krisis kekurangan personel tidak segera diselesaikan, tentara Israel akan runtuh dari dalam. (MF)