Meski Gencatan Senjata, Saudi Tak Berhenti Gempur Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i23839-meski_gencatan_senjata_saudi_tak_berhenti_gempur_yaman
Arab Saudi melanjutkan serangan udaranya ke beberapa wilayah Yaman meskipun telah diberlakukan gencatan senjata di negara ini
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 23, 2016 01:14 Asia/Jakarta
  • Meski Gencatan Senjata, Saudi Tak Berhenti Gempur Yaman

Arab Saudi melanjutkan serangan udaranya ke beberapa wilayah Yaman meskipun telah diberlakukan gencatan senjata di negara ini

Menurut jaringan televisi al-Masirah, jet-jet tempur Arab Saudi membombardir desa-desa perbatasan di Provinsi Saada dan Hajjah di utara Yaman, Sabtu (22/10/2016).

 

Pesawat-pesawat tempur rezim Al Saud juga menyerang dua wilayah di Provinsi Marib, pusat Yaman pada Sabtu. Serangan ini merenggut nyawa dan melukai beberapa warga sipil.

 

Sementara itu, militer Yaman pada Sabtu berhasi menggagalkan serangan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi yang maju ke arah penyeberangan perbatasan al-Baqa di Provinsi Saada. Akibatnya, sejumlah tentara pasukan koalisi tewas dan terluka.

 

Sumber-sumber Yaman juga mengabarkan kegagalan operasi pasukan bayaran Arab Saudi di dekat pantai Midi di Provinsi Hajjah, barat Yaman dan menyebabkan banyak dari mereka tewas.

 

Menyusul berlanjutnya serangan militer Arab Saudi ke berbagai wilayah Yaman, kabilah-kabilah besar Yaman di berbagai wilayah negar aini pada Sabtu mengumumkan mobilisasi umum untuk melawan pasukan agresor.

 

Gencatan senjata selama 72 jam yang mungkin untuk diperpanjang dimulai pada hari Kamis dini hari di bawah pengawasan PBB.

 

Menurut rencana, perjanjian ini akan diperpanjang selama 72 jam lagi. Namun Arab Saudi telah berulang kali melanggar gencatan senjata ini.

 

Agresi militer Arab Saudi ke Yaman selama 18 bulan terakhir telah menyebabkan sedikitnya 10.500 orang tewas, di mana 2.400 orang di antaranya adalah anak-anak dan lebih dari 1.700 lainya adalah perempuan.

 

Invasi militer koalisi pimpinan Arab Saudi yang dimulai pada 26 Maret 2015 itu dilakukan setelah mendapat lampu hijau dari Amerika Serikat. Serangan ini juga telah meluluhlantakkan infrastruktur penting Yaman seperti sekolah, rumah sakit, bandara, pelabuhan, pabrik,  masjid dan berbagai fasilitas umum lainnya. (RA