Rezim Bahrain Tangkapi Anggota Keluarga Aktivis
Human Rights Watch (HRW) mengkritik tindakan tidak manusiawi dan aksi balas dendam yang dilakukan rezim Al Khalifa terhadap para anggota keluarga aktivis Bahrain.
Kantor berita Fars melaporkan, HRW dalam sebuah pernyataan Rabu (8/3/2017) mengatakan para anggota keluarga Sayed al-Wadaei, aktivis Bahrain yang bermukim di London telah ditangkap oleh rezim Al Khalifa.
"Ini terlihat seperti upaya pengecut untuk menghancurkan tekad seorang aktivis dengan menyerang keluarganya," kata Wakil Direktur untuk Timur Tengah, Eric Goldstein.
Otoritas Bahrain menangkap anggota keluarga mereka sehingga para aktivis menghentikan perjuangannya.
"Rezim Bahrain memaksa al-Wadaei mengasingkan diri ke Inggris. Setelah mereka tidak bisa menyentuhnya, rezim sekarang mengancam dan melecehkan istri, anak bayi dan mertuanya," kata Goldstein.
Ia menilai ancaman dan gangguan terhadap keluarga al-Wadaei bertujuan untuk meredam dan menghentikan perjuangan aktivis tersebut.
HRW meminta rezim Manama untuk menangani kasus-kasus pelanggaran HAM daripada melakukan penangkapan.
Pusat HAM Bahrain dalam sebuah laporan pada Kamis malam, menyatakan bahwa para aktivis politik Bahrain berada dalam pengasingan, isolasi dan penjara.
"Ada 187 anak-anak di antara 1.300 orang dewasa yang ditangkap di Bahrain pada tahun 2016," kata laporan itu.
Bahrain menyaksikan revolusi rakyat melawan rezim Al Khalifa sejak 14 Februari 2011. Rakyat menuntut pemerintahan yang demokratis, penghapusan diskriminasi, reformasi sistem politik, pemeliharaan HAM dan penegakan keadilan. (RM)