Penangguhan Pengadilan Sheikh Isa Qassem, Kemenangan untuk Rakyat Bahrain
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i34480-penangguhan_pengadilan_sheikh_isa_qassem_kemenangan_untuk_rakyat_bahrain
Aktivis Bahrain menilai penangguhan pengarilan terhadap Sheikh Isa Qassem, ulama terkemuka di negara ini, sebagai kemenangan baru rakyat Bahrain.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 15, 2017 11:08 Asia/Jakarta
  • Demo dukung Sheikh Isa Qassem
    Demo dukung Sheikh Isa Qassem

Aktivis Bahrain menilai penangguhan pengarilan terhadap Sheikh Isa Qassem, ulama terkemuka di negara ini, sebagai kemenangan baru rakyat Bahrain.

Alalam melaporkan, Ibrahim Arrad, seorang aktivis politik Bahrain di Beirut, menilai tujuan rezim Al-Khalifa menangguhkan pengadilan terhadap Sheikh Isa Qassem sebagai banyolan hukum dan mengatakan, "Langkah rezim Al-Khalifa ini menunjukkan bahwa tidak ada bukti atau dokumen untuk menjustifikasi pengadilan terhadap ulama Bahrain itu serta akibat keteguhan rakyat negara ini dalam membela ulama mereka."

                                                                                                          

Pengadilan Tinggi Pidana Bahrain dijadwalkan untuk mengadakan sesi persidangan terakhir terhadap Sheikh Qassim, pada Senin, namun ditunda sampai 7 Mei mendatang.

 

Sebelumnya, Para ulama Bahrain menyeru kepada semua lapisan masyarakat negara itu untuk menunjukkan solidaritas mereka terhadap ulama Sheikh Isa Qassim, dan mengatakan bahwa dukungan yang teguh rakyat kepada Sheikh Qassim merupakan bagian "kewajiban agama" bagi warga Muslim.

 

Pasca imbauan para ulama itu, masyarakat Bahrain menggelar demonstrasi sporadis untuk menyuarakan dukungan mereka terhadap Sheikh Sheikh Isa Qassem, yang telah dicabut kewarganegaraannya dan akan diadili oleh rezim di Manama.

 

Para pengunjuk rasa turun ke jalan di desa Ma'ameer, terletak sekitar 15 kilometer sebelah selatan dari ibukota, Manama, pada Selasa malam, dan meneriakkan slogan-slogan menentang Raja Hamad bin Isa Al-Khalifah.

 

Para demonstran melemparkan batu dan kembang api ke arah pasukan rezim, yang membalas dengan tembakan gas air mata dan granat setrum.(MZ)