Lagi, Bahrain Vonis Mati dan Penjara Aktivis
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i35216-lagi_bahrain_vonis_mati_dan_penjara_aktivis
Pengadilan Bahrain menjatuhkan hukuman penjara kepada seorang pemimpin kelompok oposisi yang telah dilarang pemerintah, Masyarakat Islam Nasional al-Wefaq, serta vonis gantung dan penjara terhadap sejumlah aktivis anti-rezim lainnya.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 29, 2017 15:54 Asia/Jakarta
  • Bahrain
    Bahrain

Pengadilan Bahrain menjatuhkan hukuman penjara kepada seorang pemimpin kelompok oposisi yang telah dilarang pemerintah, Masyarakat Islam Nasional al-Wefaq, serta vonis gantung dan penjara terhadap sejumlah aktivis anti-rezim lainnya.

Hassan Isa, salah satu pemimpin Masyarakat Islam Nasional Bahrain, al-Wefaq, divonis hukuman 10 tahun penjara pada Rabu (29/3/2017), demikian dilaporkan koran al-Wasat terbitan Bahrain.

 

Isa dituduh mendanai “kelompok teroris” yang terlibat dalam serangan yang menewaskan dua polisi dan melukai enam lainnya. Dia membantah tuduhan tersebut.

 

Tindakan keras terhadap al-Wefaq mengundang kecaman dari mantan sekjen PBB, Ban Ki-moon dan berbagai lembaga hak asasi manusia dunia.

 

Pada hari yang sama, pengadilan menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap dua aktivis anti-rezim lainnya, yaitu Mohammed Ibrahim Al Tawq dan Mohammed Radi Abdullah,.

 

Al-Wasat menyebutkan bahwa pengadilan menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada lima aktivis lainnya, dan empat di antaranya telah dicabut status mereka sebagai warga negara Bahrain.

 

Dua aktivis lain menerima hukuman penjara 10 tahun dan kewarganegaraan mereka dicabut.

 

Banyak aktivis anti-rezim Manama yang menerima hukuman penjara antara enam bulan sampai 10 tahun. Mereka dijebloskan ke penjara atas tuduhan termasuk keterlibatan dalam kegiatan “teror” dan dugaan pembunuhan dan percobaan pembunuhan polisi.

 

Sementara itu, ribuan demonstran anti-rezim menggelar demonstrasi di Bahrain nyaris setiap hari sejak pemberontakan rakyat mulai di negara itu pada pertengahan Februari 2011. Mereka menuntut rezim al-Khalifah melepaskan kekuasaan dan membiarkan sistem demokrasi berkuasa di negara itu.

 

Manama berusaha keras menekan segala bentuk pembangkangan. Pada tanggal 14 Maret 2011, pasukan dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dikerahkan untuk membantu Bahrain dalam menumpas gerakan protes warga.

 

Banyak warga dan aktivis bahrain yang kehilangan nyawa mereka dan banyak yang ditangkap.(MZ)