Kelompok HAM Desak Balapan F1 Bahrain Dibatalkan
Para pegiat hak asasi manusia mendesak manajemen Formula 1 untuk membatalkan Grand Prix Bahrain pekan depan, dan menuduh rezim Manama memanfaatkan ajang itu untuk menutupi pelanggaran HAM.
Seperti dilansir kantor berita IRIB, Sabtu (8/4/2017), kelompok-kelompok HAM juga menganggap rezim Bahrain menggunakan balapan F1 untuk memulihkan citra mereka di luar negeri.
"Formula 1 lebih baik mengambil tindakan jelas dan terpadu yang konsisten dengan komitmennya untuk hak asasi manusia," kata kelompok HAM dalam sebuah surat kepada Ketua F1, Chase Carey.
"Kami meminta manajemen Formula 1 untuk menunda balapan tahun ini mengingat situasi yang mengkhawatirkan di Bahrain," ujar mereka.
Surat itu juga ditujukan kepada direktur eksekutif perusahaan Heineken sebagai sponsor F1. Surat tersebut dikeluarkan oleh Pusat HAM Teluk Persia, Lembaga HAM dan Demokrasi Bahrain, Organisasi Pasal 19 dan Lembaga Amerika untuk Demokrasi dan HAM di Bahrain.
Formula 1 dikritik karena menggelar balapan di negara-negara yang dituduh melanggar hak-hak oposisi pemerintah. Pada tahun 2015, F1 menerbitkan sebuah komitmen untuk menghormati HAM yang diakui secara internasional dalam kegiatannya secara global.
Bahrain – sebagai tuan rumah Armada Kelima AS – menyaksikan revolusi rakyat untuk menentang rezim Al Khalifa sejak 14 Februari 2011. Rakyat Bahrain menuntut kebebasan, keadilan dan penghapusan diskriminasi serta tegaknya sistem pemerintahan yang demokratis. (RM)