Rezim Al Khalifa Tangkap Seorang Aktivis HAM Bahrain
Aparat keamanan rezim Al Khalifa menangkap seorang aktivis Hak Asasi Manusia Bahrain di bandara negara ini ketika ia kembali dari Perancis
Seperti dilansir kantor berita Mehr, Rabu (12/4/2017), sumber-sumber media menyebutkan bahwa para pejabat Manama menyinggung penangkapan Nidal Al-Salman dan mengatakan bahwa ia sedang diinterogasi.
Sementera itu, pengadilan rezim Al Khalifa pada Senin menyetujui hukuman penjara selama enam bulan terhadap Mahdi Sahwan, seorang pelantun syair-syair Ahlul Bait atas tuduhan berpartisipasi dalam aksi mogok di depan rumah Sheikh Isa Qassim, ulama terkemuka Bahrain, dan memindahkannya ke penjara Jaw.
Di sisi lain, aparat keamanan rezim Al Khalifa pada Selasa juga menyerbu rumah Morteza al-Sanadi, Pemimin Gerakan al-Wafaa Bahrain dan menginterogasi ayahnya. Al-Sanadi saat ini sedang berada di luar negeri.
Dalam beberapa bulan terkhir, rezim Al Khalifa meningkatkan tekanannya terhadap kubu revolusioner untuk menumpas revolusi Bahrain.
Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.
Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan aparat keamanan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain. (RA)