Lagi, Rezim Al Khalifa Tangkap Seorang Ulama Bahrain
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i36806-lagi_rezim_al_khalifa_tangkap_seorang_ulama_bahrain
Aparat keamanan rezim Al Khalifa melanjutkan penumpasan terhadap rakyat revolusioner Bahrain dan menangkap seorang ulama dan istrinya di utara negara ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 29, 2017 00:05 Asia/Jakarta
  • Lagi, Rezim Al Khalifa Tangkap Seorang Ulama Bahrain

Aparat keamanan rezim Al Khalifa melanjutkan penumpasan terhadap rakyat revolusioner Bahrain dan menangkap seorang ulama dan istrinya di utara negara ini.

Sepert dilansir Press TV mengutip televisi Lualua, aparat keamanan rezim Al Khalifa menyerbu rumah Sheikh Abdulzahra Karbabadi, ulama Bahrain di desa Karbabad, utara negara ini. Mereka kemudian menangkap Sheikh Karbabadi dan istrinya.

 

Pasukan keamanan rezim Al Khalifa juga menggerebek desa Karrana, dan menangkap adik perempuan ulama tersebut.

 

Pada tanggal 10 Agustus 2016, aparat keamanan rezim Al Khalifa menangkap empat ulama Bahrain yang diidentifikasi sebagai Sheikh Imad al-Sho'leh, Sheikh Aziz al-Khazran, Sheikh Monir Ma'tooq dan Sayyid Mohammad al-Ghoraifi atas tuduhan mengorganisir demonstrasi anti-rezim di barat laut desa Diraz, yang terletak sekitar 12 kilometer sebelah barat Manama, ibukota Bahrain.

 

Sebulan sebelumnya, pasukan keamanan rezim Bahrain menangkap Sayid Yassin al-Mosawi dan Sheikh Jassim al-Kayyat pada tanggal 25 Juli 2016 karena partisipasi mereka dalam sebuah pertemuan di luar kediaman Sheikh Issa Qassim, ulama besar Bahrain di Diraz untuk mengecam keputusan rezim Manama yang mencabut mencabut kewarganegaraannya.

 

Sayid al-Mosawi dan Sheikh al-Kayyat dibawa ke sebuah kantor polisi di pesisir barat laut kota Budaiya, yang terletak hanya 10 kilometer barat daya Manama.

 

Petugas keamanan juga mencegah pengacara Jassim Sarhan untuk menghubungi mereka.

 

Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.

 

Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan keamanan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain. (RA)