Pusat HAM Tuntut Al Khalifa Bebaskan Sheikh Qassim dari Tuduhan
-
Sheikh Isa Qassim
Pusat Hak Asasi Manusia Bahrain memperingatkan rezim Al Saud untuk segera membabaskan Sheikh Isa Qassim, ulama besar negara ini dari segala bentuk tuduhan palsu.
Seperti dilansir IRNA, Pusat HAM Bahrain dalam akun resminya di Twitter pada Minggu (7/5/2017) menulis, pengadilan terhadap Sheikh Isa Qassim di pengadilan rezim Al Khalifa tanpa alasan yang logis sama sekali dan tidak berdasar.
Pusat HAM Bahrain juga menyebut pemenjaraan dan penyiksaan terhadap warga negara ini sebagai tindakan ilegal dan bertentangan dengan standar internasional.
Di sisi lain, Koalisi Pemuda Revolusioner 14 Februari menuntut penegasan kembali dukungan kepada Sheikh Isa Qassim berdasarkan kewajiban syariat.
Pengadilan rezim Al Khalifa kembali menunda pengadilan terhadap Sheikh Isa Qassim yang menurut rencana akan dilaksakan pada 7 Mei 2017. Hal ini disebabkan terus meningkatnya tekanan dari rakyat Bahrain terhadap rezim.
Menurut rencana, pengadilan yang tertunda itu akan dilaksanakan pada 21 Mei.
Pusat HAM Bahrain dalam laporannya menyebutkan, rezim Al Khalifa pada tahun 2016, telah menangkap 1.300 warga Bahrain, di mana sekitar 190 dari mereka adalah anak-anak.
Menurut lembaga-lembaga HAM Bahrain, penumpasan terhadap kebebasan publik dan pelarangan untuk menyampaikan pendapat meningkat signifikan pada tahun 2016 dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.
Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan keamanan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain. (RA)