Ulama Bahrain Umumkan "Hari Kemarahan" terhadap Al Khalifa
-
Pengunjuk Rasa Bahrain Pendukung Sheikh Isa Qassim
Ulama Bahrain mereaksi keputusan terbaru pengadilan rezim Al Khalifa yang menjatuhkan hukuman penjara selama setahun terhadap Sheikh Isa Qassim, ulama terkemuka Bahrain atas dasar tuduhan palsu.
Seperti dilansir jaringan televisi Alalam, para ulama Bahrain dalam sebuah pernyataan, menyerukan rakyat negara ini untuk berunjuk rasa memprotes rezim Al Khalifa dan menjadikan hari ini, Minggu (21/5/2017) sebagai "Hari kemarahan."
Ulama Bahrain menegaskan, keputusan pengadilan rezim Al Khalifa merupakan upaya untuk menarget eksistensi warga Syiah dan pemimpin mereka serta pada akhirnya pengumuman perang terhadap Syiah.
Komunitas Islam Nasional al-Wefaq Bahrain juga menyerukan rakyat di negara ini untuk menggunakan seluruh sarana yang legal guna mengungkapkan penolakan mereka terhadap keputusan terbaru pengadilan rezim Al Khalifa.
Pengadilan rezim Al Khalifa pada Minggu, memvonis hukuman penjara selama setahun dan denda sebesar 100 dinar terhadap Sheikh Isa Qassim atas tuduhan palsu, pencucian uang. Hukuman tersebut ditangguhkan selama tiga tahun.
Rakyat Bahrain telah menggelar unjuk rasa pada Sabtu malam untuk memprotes pengadilan terhadap Sheikh Isa Qassim.
Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.
Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan aparat keamanan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain dan memenjarakan mereka. (RA)