Ulama Bahrain: AS-Inggris Berperan dalam Brutalitas Aparat Al Khalifa
-
Serangan Aparat Bahrain ke Distrik al-Diraz.
Ulama Bahrain dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa serangan brutal terbaru aparat keamanan rezim Al Khalifa ke distrik al-Diraz dilakukan atas peran dan keterlibatan Amerika Serikat dan Inggris.
Pada tanggal 21 Mei 2017, pengadilan rezim Al Khalifa memvonis hukuman penjara selama setahun terhadap Sheikh Isa Qassim, ulama terkemuka Bahrain dan menyita harta dan propertinya.
Setelah keputusan itu, aparat keamaann rezim Al Khalifa menyerang rumah Sheikh Isa Qassim di distrik al-Diraz dan membunuh enam orang serta melukai lebih dari 200 lainnya. Mereka juga menangkap sekitar 300 orang yang melindungi rumah ulama besar Bahrain itu.
Seperti dilansir FNA, Dewan Ulama Bahrain pada Jumat (2/6/2017) mengeluarkan sebuah pernyataan yang menegaskan bahwa memerangi agama dan keyakinan rakyat Bahrain oleh rezim Al Khalifa merupakan tindakan yang paling berbahaya yang mengancam negara dan persatuan.’
Disebutkan pula bahwa pengepungan aparat keamanan rezim Al Khalifa terhadap distrik al-Diraz tidak hanya memblokade wilayah ini tapi juga memblokade agama dan rakyat, di mana hal ini berlanjut baik dalam segi ekonomi maupun dalam dimensi spiritual.
Sementara itu, para tahanan di penjara pusat Jaw Bahrain menyampaikan pesan untuk pembebasan mereka dari penyiksaan dan perilaku buruk di penjara ini.
Mereka mengabarkan bahwa di bulan suci Ramadhan ini mereka tidak diperbolehkan untuk mengadakan majelis doa, bahkan terkadang tidak diberi jatah untuk berbuka. Mereka juga tidak diizinkan untuk bertemu dengan keluarga selama lebih dari empat bulan ini.
Para tahanan di penjara Jaw menunjut rakyat Bahrain, dunia Arab, semua aktivis dan organisasi-organisasi Hak Asasi Manusia untuk segera melakukan tindakan guna membebaskan mereka dari penjara melalui cara-cara seperti membuat hashtag "bebaskan tahanan Jaw" di jejaring media sosial.
Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.
Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan aparat keamanan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain dan memenjarakan mereka. (RA)