Pusat HAM Bahrain Tuntut Pembebasan Nabeel Rajab
-
Nabeel Rajab, Ketua Pusat HAM Bahrain.
Pusat Hak Asasi Manusia Bahrain dalam akun Twitter-nya mengkritik langkah-langkah anti-HAM yang dilakukan rezim Al Khalifa dan menuntut pembebasan Nabeel Rajab, pengacara terkemuka Bahrain.
Seperti dilansir IRNA, Minggu (11/6/2017), Nabeel Rajab didakwa mempublikasikan berita bohong tentang pelanggaran HAM di Bahrain dan ia divonis penjara selama 18 tahun oleh pengadilan rezim Al Khalifa.
Nabeel Rajab juga dituduh menggaungkan pandangannya tentang agresi militer Arab Saudi ke Yaman dan penulisan laporan tentang penyiksaan di berbagai penjara Bahrain.
Menurut rencana, pengadilan banding terkait Nabeel Rajab yang juga Ketua Pusat HAM Bahrain itu akan digelar pada Senin, 12 Juni 2017.
Aparat keamanan rezim Al Khalia menangkap Nabeel Rajab di rumahnya di distrik Bani Jamra pada tanggal 13 Juni 2016 dan memaskukkannya ke dalam penjara.
Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.
Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan keamanan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain serta memenjarakan mereka.
Bahrain merupakan negera terkecil di Asia Barat yang memiliki tahanan politik terbanyak. (RA)