Anggaran Bahrain Mengalami Defisit Lebih dari Tiga Miliar Euro
-
Bahrain
Bahrain mengalami defisit bujet sekitar tiga miliar euro untuk bujet tahun 2017-2018.
Pemerintah Bahrain pada Senin (12/6/2017) mengumumkan, menyusul anjloknya harga minyak di pasar dunia yang merupakan satu-satunya sumber pendapatan Bahrain, bujet negara ini pada tahun 2017 dan 2018 mengalami defisit hingga tiga miliar euro.
AFP dari Dubai melaporkan, dalam draf anggaran 2017 Bahrain di mana pemerintah terlambat hingga enam bulan untuk menyetujuinya, pendapatan negara ini pada tahun 2017 sebesar 5,2 miliar euro. Sementara dana belanja negara pada 2017 mencapai 8,2 miliar euro.
Berdasarkan data statistik pemerintah Bahrain, pendapatan minyak negara ini pada 2017 mencapai empat miliar 20 juta euro.
Sebelum anjloknya harga minyak di pasar dunia, pendapatan dari penjualan minyak menutupi 95 persen pendapatan secara keseluruhan Bahrain.
Bahrain adalah negara Arab pertama yang memproduksi minyak pada 1932. Akan tetapi minyak mentah negara ini dalam beberapa tahun terakhir telah terbatas dan volume produksinya juga menurun secara gradual.
Sementara itu Bahrain meningkatkan pembelian senjata untuk menumpas protes damai warganya yang menentang politik rasis dan diskriminatif rezim Al-Khalifa.(MZ)