Al-Wefaq Keluarkan Pernyataan Dukungan kepada Sheikh Isa Qassim
-
al-Wefaq Bahrain.
Komunitas Islam Nasional al-Wefaq Bahrain menilai blokade militer terhadap rumah Sheikh Isa Qassim, ulama terkemuka negara ini dan peningkatan tindakan keamanan dan peradilan sebagai penyebab memburuknya kondisi di Bahrain.
Aparat keamanan rezim Al Khalifa pada 23 Mei 2017 menyerang rumah Sheikh Isa Qassim di distrik al-Diraz. Serangan ini merenggut nyawa enam warga Bahrain dan melukai lebih dari 200 lainnya. Sekitar 300 orang yang berada di sekitar rumah ulama tersebut juga ditangkap . Tindakan represif ini dilakukan atas dukungan Amerika Serikat dan Arab Saudi.
Seperti dilansir FNA, Sabtu (17/6/2017), al-Wefaq dalam pernyataannya menyinggung terganggunya proses pengobatan terhadap Sheikh Isa Qassim menyusul berlanjutnya blokade atas rumahnya.
Kelompok oposisi tersebut menegaskan, peningkatan langkah keamanan dan peradilan terhadap orang-orang yang menuntut demokrasi, kebebasan dan perlindungan hak akan memperburuk krisis di Bahrain.
Al-Wefaq juga menyinggung pentingnya kewaspadaan tentang kondisi sulit hukum dan politik di Bahrain.
Larangan untuk berunjuk rasa damai, pengadilan warga sipil di pengadilan militer dan perluasan kewenangan lembaga-lembaga keamanan serta penangkapan merupakan hasil dari peningkatan tindakan politik dan keamanan di Bahrain.
Komunitas Islam Nasional al-Wefaq Bahrain lebih lanjut menegaskan pentingnya peran Komisaris Tinggi PBB untuk Dewan Hak Asasi Manusia dalam mempromosikan HAM di Bahrain dan mendesaknya untuk menekan rezim Al Khalifa agar mengormati hukum internasional.
Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.
Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain dan memenjarakan mereka. (RA)