Amnesty Internasional Khawatirkan Penyiksaan Terhadap Aktivis HAM Bahrain
-
Qatar versus Arab
Amnesty International menyatakan keprihatinannya soal aksi penganiayaan rezim Bahrain terhadap seorang aktivis perempuan yang telah mengkritik tindakan keras Manama atas perbedaan pendapat.
Pada Selasa (4/7/2017), situs berita Mirror berbahasa Arab Bahrain mengutip keterangan direktur kampanye di kantor regional Amnesty di Beirut, Samah Hadid, yang mengungkapkan kekhawatiran atas penganiayaan yang dilakukan rezim Bahrain terhadap aktivis hak asasi manusia Ebtesam Al-Sa'eq.
Hadid mengatakan bahwa aktivis tersebut pernah ditangkap pada bulan Mei dan mengalami penyiksaan dan pelecehan seksual oleh aparat keamanan.
Satu-satunya "kejahatan" yang dilakukan oleh al-Sae'eq, kata Amnesty, adalah memprotes tindakan keras pemerintah terhadap kelompok oposisi. Lembaga internasinoal itu juga menyatakan khawatir tentang kesehatan korban serta mendesak pembebasannya segera dan tanpa syarat.
Situs Mirror menambahkan bahwa pasukan rezim telah menggerebek rumahnya pada hari Senin, menangkapnya lagi dan memindahkannya ke lokasi yang tidak diketahui.
Front Line Defenders, lembaga hak asasi manusia yang berbasis di Irlandia telah mengkonfirmasi laporan penganiayaan fisik yang menimpa al-Sa'eq setelah penangkapan sebelumnya. Organisasi itu juga menyebutkan aktivis Bahrain itu mengatakan bahwa pasukan tersebut pernah mencaci dia dan mengancam mempemerkosanya jika melanjutkan aktivitas hak asasi manusia.
Bahrain telah membungkam protes masyarakatnya sejak 2011, yang menewaskan puluhan demonstran anti-rezim.(MZ)