Lagi, Rezim Al Khalifa Halangi Warga Bahrain Shalat Jumat
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i40720-lagi_rezim_al_khalifa_halangi_warga_bahrain_shalat_jumat
Aparat keamanan rezim Al Khalifa untuk ke-51 minggu secara berturut-turut menghalangi pelaksanaan Shalat Jumat di distrik al-Diraz, Bahrain.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Jul 08, 2017 12:58 Asia/Jakarta
  • Warga al-Diraz, Bahrain
    Warga al-Diraz, Bahrain

Aparat keamanan rezim Al Khalifa untuk ke-51 minggu secara berturut-turut menghalangi pelaksanaan Shalat Jumat di distrik al-Diraz, Bahrain.

Menurut laporan IRIB, warga Bahrain pada Jumat (7/7/2017) berusaha untuk masuk ke Masjid Imam Shadiq as guna menunaikan Shalat Jumat, namun mereka yang berhasil masuk ke masjid tersebut dihalangi untuk menunaikan shalat Jumat. Mereka kemudian mengecam kejahatan keji dan sektarianisme rezim Al Khalifa.

Koalisi Pemuda Revolusi 14 Februari Bahrain dalam sebuah pesan di akun Twitter menulis, pencegahan pelaksanaan Shalat Jumat oleh rezim Al Khalifa merupakan kelanjutan dari kejahatan keji dan tindakan sektarianisme serta kebencian rezim ini terhadap warga Syiah Bahrain.

Sementara itu, Organisasi Hak Asasi Manusia Bahrain dalam sebuah pernyataan menyebutkan, lebih dari setahun ini, hak kemerdekaan warga Bahrain dalam urusan agama telah dilanggar.

Organisasi tersebut juga mengecam kelanjutan langkah pejabat rezim Al Khalifa yang membentuk pemerintahan keamanan dan menggunakan langkah-langkah keamanan terhadap warga Bahrain dan penghapusan hak dan kebebasan mereka.

Menurut organisasi ini, jaringan internet di distrik al-Diraz hinga sekarang terputus atau difilter. Selain itu, keluar masuknya penduduk al-Diraz dan orang-orang yang ingin datang ke distrik ini mengalami kesulitan berat karena langkah keamanan yang diterapkan oleh rezim Al Khalifa.

Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.

Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan aparat keamanan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain dan memenjarakan mereka. (RA)