Pejabat HAM Bahrain Kecam Tudingan Rezim Al Khalifa terhadap Iran
-
Unjuk rasa di Bahrain
Kepala Media Forum Hak Asasi Manusia Bahrain menyebut tudingan rezim Al Khalifa terhadap Republik Islam Iran bahwa negara ini mengintervensi urusan dalam negeri Bahrain sebagai tudingan tidak berdasar dan mengecamnya.
Baqir Darwish dalam sebuah wawancara radio mengatakan, gerakan rakyat Bahrain sepenuhnya nasional, dan rakyat negara ini menuntut hidup berdampingan secara damai dan berpartisipasi politik di semua urusan.
Seperti dilansir situs Manama Post, Rabu (2/8/2017), Darwish menambahkan, rezim Al Khalifa menjadi tuan rumah "Pasukan Perisai Jazirah" dan bergantung padanya.
Selama enam tahun terakhir, rezim Al Khalifa menumpas protes damai rakyat Bahrain dengan bantuan militer Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang terangkum dalam Pasukan Perisai Jazirah.
Terkait hal itu, Kepala Media Forum HAM Bahrain mengatakan, tokoh-tokoh seperti Sheikh Isa Qassim, ulama terkemuka Bahrain adalah tokoh nasional dan masyarakat Islam berhak untuk mendukung dan membela tokoh seperti ini dan mengecam tindakan sewenang-wenang rezim Al Khalifa.
Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.
Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan aparat keamanan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain dan memenjarakan mereka.(RA)