Balasan Tegas Hizbullah untuk Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i73428-balasan_tegas_hizbullah_untuk_israel
Hizbullah Lebanon, Ahad (1/9/2019) menepati janji Sayid Hassan Nasrullah untuk membalas serangan rezim Zionis Israel, dan melancarkan serangan balasan tegas atas Israel.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Sep 02, 2019 15:45 Asia/Jakarta
  • Hizbullah Lebanon
    Hizbullah Lebanon

Hizbullah Lebanon, Ahad (1/9/2019) menepati janji Sayid Hassan Nasrullah untuk membalas serangan rezim Zionis Israel, dan melancarkan serangan balasan tegas atas Israel.

Akibat serangan balasan rudal Hizbullah ke Israel, seorang komandan militer Zionis di utara wilayah pendudukan dikabarkan tewas, dan sebuah kendaraan militer Israel hancur, sehingga menewaskan seluruh penumpangnya. Serangan balasan Hizbullah atas Israel itu membawa sejumlah pesan penting.

Pertama, serangan ini dilancarkan di hari pertama bulan Muharam. Dipilihnya hari pertama bulan Muharam untuk melancarkan serangan balasan ini bersumber dari keyakinan agama Hizbullah, dan berakar dari semangat perjuangan Asyura Imam Hussein as.

Kedua, serangan balasan ini dilakukan sepekan setelah Sekjen Hizbullah berjanji membalas tegas agresi militer Israel. Dari satu sisi, Israel selama seminggu penuh diliputi ketakutan dan kebingungan, di sisi lain rentang waktu antara agresi Israel ke Lebanon dengan serangan balasan Hizbullah, tidak terlalu lama.

Ketiga, serangan balasan Hizbullah ke Israel adalah pesan tegas untuk para pemimpin Zionis dan pendukungnya, bahwa tidak ada satu seranganpun yang tidak dibalas, dan taktik perang "serang dan kabur", sudah berakhir. Anggota parlemen Lebanon, Hassan Fadhlallah mengatakan, sekarang Israel menyadari bahwa serangan ke Lebanon tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Keempat, meski militer Israel yakin Hizbullah pasti membalas serangan mereka, dan Israel berada di level kewaspadaan intelijen tertinggi, namun tetap saja serangan balasan ini sangat mengejutkan Zionis, karena salah satu komandan militer Israel tewas, pemukim Zionis bersembunyi di bunker-bunker, dan ketakutan menyebar di seluruh wilayah pendudukan. Kondisi ini menunjukkan Israel sekarang begitu rentan dan lemah dalam menghadapi setiap perang.

Kelima, serangan balasan ini membuktikan bahwa Hizbullah dan kelompok-kelompok perlawanan adalah penentu perimbangan kekuatan kawasan Asia Barat. Wakil Sekjen Hizbullah, Syeikh Naim Qassem menuturkan, operasi Hizbullah dilakukan dalam kerangka menjaga kekuatan pencegahan, dan Hizbullah berhasil menentukan perimbangan kekuatan kawasan.

Keenam, operasi Hizbullah sehari lalu dilakukan dua minggu sebelum pemilu parlemen Israel berlangsung. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam kampanyenya berusaha meyakinkan pemukim Zionis bahwa dialah satu-satunya yang mampu menjaga keamanan mereka, namun serangan balasan Hizbullah membuktikan sebaliknya, langkah Netanyahu justru membuat pemukim Zionis tidak aman dan ketakutan. Kenyataannya, serangan Hizbullah telah menciptakan perang psikologis besar bagi Netanyahu.

Ketujuh, saat pasukan Israel hendak mengevakuasi korban, Hizbullah memberikan kesempatan kepada mereka dan sejenak menghentikan tembakan. Aksi ini membuktikan bahwa Hizbullah meski dalam situasi perang, tetap menghormati kemanusiaan, tidak menginginkan pertumpahan darah atau pembunuhan, tapi menunjukkan bahwa serangan kemarin adalah balasan tegas atas agresi Israel.

Kedelapan, operasi Hizbullah atas Israel mendapat sambutan dari warga Lebanon dan kelompok-kelompok perlawanan di kawasan Asia Barat. Sambutan ini di satu sisi membuktikan bahwa masyarakat di negara-negara Arab tidak menginginkan normalisasi hubungan dengan Israel, tapi ingin rezim itu terhina, di sisi lain ini menjadi bukti bahwa di antara kelompok perlawanan regional, terdapat solidaritas dan solidaitas yang cukup kuat. (HS)