Transformasi Asia Barat, 1 Mei 2021
-
Pemimpin Otoritas Ramallah Mahmoud Abbas (nomor kedua dari kanan) dan para pejabat Hamas.
Transformasi di kawasan Asia Barat pekan ini diwarnai sejumlah isu penting, di antaranya adalah kemungkinan penundaan pemilu di Palestina.
Faksi-faksi Palestina akan bertemu untuk membahas potensi penundaan pemilu di tengah hambatan dan sabotase yang dilakukan rezim Zionis Israel.
Dikutip dari situs al-Quds al-Arabi, Selasa (27/4/2021), pertemuan tersebut akan dihadiri oleh para pemimpin Palestina dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Hamas dan Gerakan Jihad Islam pada Kamis depan.
Mereka akan membahas potensi penundaan pemilu Palestina karena hambatan dan penentangan Israel terhadap penyelenggaraan pemilu di seluruh wilayah Palestina.
Sementara itu, Komite Sentral Gerakan Fatah dalam pertemuan yang digelar di kota Ramallah, memutuskan bahwa jika rezim Zionis tidak mengizinkan warga Quds mencalonkan diri dan melakukan kampanye, pemilu akan ditunda sampai pemberitahuan lebih lanjut.
"Quds adalah ibu kota abadi Palestina, dan tidak adanya pemilu di wilayah itu bermakna kembali ke prakarsa Kesepakatan Abad yang telah digagalkan oleh rakyat Palestina," kata Komite Sentral Gerakan Fatah.
Namun, juru bicara Gerakan Hamas, Abdul Latif al-Qanoua mengatakan pemilu Palestina harus diadakan sesuai jadwal.
Pemilu parlemen Palestina dijadwalkan berlangsung pada 22 Mei 2021, sementara pemilu presiden akan digelar pada 31 Juli, dan pemilu Dewan Nasional Palestina pada 31 Agustus.
Hamas Tolak Keputusan Abbas Tunda Pemilu Palestina
Wakil Gerakan Hamas, Mousa Abu Marzouk mengatakan keputusan untuk menunda pelaksanaan pemilu Palestina merugikan kepentingan nasional dan motifnya pun berbeda dengan alasan-alasan yang diumumkan.
Hal itu disampaikan Abu Marzouk dalam wawancara dengan Quds Press, Jumat (30/4/2021) dalam menanggapi keputusan Pemimpin Otoritas Ramallah Mahmoud Abbas menunda pemilu Palestina.
"Kita harus mengubah ancaman (Israel) ini menjadi peluang dan memaksakan tekad nasional kita di kota Quds serta tidak tunduk pada musuh Zionis yang tidak akan menyetujui apapun untuk kepentingan bangsa Palestina," kata petinggi Hamas tersebut.
"Sebagai bangsa terjajah, maka filosofi pengambilan keputusan nasional kita harus berorientasi pada perlawanan terhadap rezim penjajah, bukannya meminta izin mereka dalam membuat keputusan," tegasnya.
Abu Marzouk menuturkan, "Kami telah menawarkan banyak opsi untuk Fatah dan faksi-faksi nasional yang mampu memaksakan kehendak rakyat Palestina, tetapi keputusan menunda pemilu menunjukkan bahwa Otoritas Ramallah tidak menghargai langkah tersebut."
Mahmoud Abbas mengumumkan pada hari Jumat bahwa ia akan menunda pemilu Palestina sampai partisipasi warga Quds dijamin.
Namun, faksi-faksi perlawanan menolak keputusan tersebut dan menekankan pelaksanaan pemilu sebagai hak sah rakyat Palestina.
Pejabat Israel Rapat Darurat Bahas Gaza
Perdana Menteri Rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu mengadakan pertemuan dengan pejabat militer senior rezim ini untuk membahas eskalasi ketegangan di Jalur Gaza.
Netanyahu mengadakan pertemuan darurat pada Sabtu (24/4/2021) sore untuk membahas ketegangan baru yang meningkat antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza menyusul serangkaian serangan roket ke permukiman Zionis baru-baru ini.
Pertemuan tersebut diadakan di markas besar Kementerian Perang Israel di Tel Aviv dan dihadiri oleh Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Rezim Zionis, Menteri Perang, Menteri Keamanan Publik Israel, kepala Shin Bat dan pejabat senior lainnya.
Pertemuan itu terjadi tak lama setelah tentara Israel mengumumkan bahwa Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Israel, Letjen Aviv Kochavi telah menunda rencana perjalanannya ke Washington bersama para pejabat rezim Zionis lainnya untuk membahas isu nuklir Iran.
Kelompok perlawanan Palestina di Jalur Gaza menanggapi serangan militer Israel terhadap warga sipil Palestina di kota Baitul Maqdis dengan menembakkan 36 roket ke permukiman Zionis di sekitarnya, yang hanya bisa ditangkis oleh sistem pertahanan udara Israel enam saja.
Menteri Perang Israel, Benny Gantz mengancam akan melancarkan serangan besar-besar di Jalur Gaza. Menteri Perang Rezim Zionis Israel, Benny Gantz pada pertemuan keamanan Sabtu (24/4/2021) malam menanggapi situasi terbaru di Jalur Gaza dan mengancam akan melancarkan perang baru di wilayah Palestina itu.
"Jalur Gaza secara ekonomi, keamanan dan sosial penting bagi Palestina. Jika kondisi konflik terus berlanjut, maka militer Israel siap untuk menciptakan lebih banyak ketegangan. Tapi saat ini kami masih bisa menahan diri," ujar Gantz.
Pejabat keamanan Israel memandang peningkatan ketegangan di Jalur Gaza dan penembakan lebih dari 40 roket ke permukiman Zionis dalam dua hari terakhir berkaitan langsung dengan bentrokan militer Israel dengan Palestina di Baitul Maqdis.
Front Perlawanan Palestina Siaga Hadapi Perang Gaza
Batalyon Al-Mujahidin dari kelompok perlawanan Palestina memulai latihan militer skala besar di Jalur Gaza untuk menghadapi kemungkinan perang besar dengan rezim Zionis.
Kelompok Perlawanan Palestina dalam sebuah pernyataan mengungkapkan bahwa manuver militer itu diadakan di Gaza pada peringatan berdirinya Gerakan Al-Mujahidin Palestina dan peringatan empat belas tahun kesyahidan pendirinya, Sheikh Omar Abu Sharia Abu Hafs.
Latihan militer ekstensif secara bersamaan digelar berbagai sumbu dengan taktik defensif dan ofensif di berbagai wilayah geografis di Jalur Gaza.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar pertemuan darurat untuk mengkaji eskalasi ketegangan antara rezim Zionis dan Jalur Gaza menyusul serangan roket dari Jalur Gaza ke pemukiman Zionis.
Puluhan Warga Palestina Terluka dalam Serangan Israel di Quds
Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan 12 warga Palestina terluka dalam serangan aparat keamanan rezim Zionis di wilayah Quds pendudukan.
Seperti dilaporkan chanel berita, Alahed, Bulan Sabit Merah Palestina pada hari Minggu (25/4/2021) mengumumkan bahwa 12 orang Palestina terluka dalam serangan polisi Zionis di sekitar Kota Tua al-Quds yang diduduki.
Dalam beberapa hari terakhir, warga Palestina yang tinggal di Quds melakukan protes terhadap serangan aparat keamanan dan pemukim Zionis, dan aksi protes ini terus berlanjut.
Aparat keamanan Israel menembakkan gas air mata dan peluru tajam ke arah demonstran Palestina dan menangkap sejumlah pengunjuk rasa.
Bulan Sabit Merah Palestina juga menyatakan pada Kamis malam bahwa lebih dari 105 warga Palestina terluka dan 21 orang lainnya dilarikan ke rumah sakit selama bentrokan antara pasukan Israel dan pemuda Palestina.
Bentrokan antara warga Palestina dan polisi Israel terjadi setiap malam di wilayah Quds sejak awal Ramadhan.
Jihad Islam Serukan Intifadah Ramadhan
Seorang anggota Biro Politik Gerakan Jihad Islam Palestina, menyeru warga Quds dan orang-orang Palestina untuk melakukan intifadah Ramadhan, sebagai tanggapan atas serangan baru rezim Zionis di wilayah Quds.
Mohammed al-Hindi dalam kepada Palestine al-Yawm, Minggu (25/4/2021), menuturkan masyarakat Quds melalui intifadanya mendorong orang-orang merdeka dari umat Islam dan dunia untuk mempermalukan rezim penjajah dan rasis ini, sebuah rezim yang melakukan kejahatan terhadap penduduk Quds.
"Ada puluhan kelompok penjahat Zionis dan tidak ada yang menyebut mereka sebagai teroris, tetapi dunia demokrasi dan beberapa pemimpin Arab menganggap perlawanan Palestina sebagai teroris," ujarnya.
Al-Hindi menyeru semua orang di Tepi Barat untuk melakukan intifada dan meminta pemerintah Otoritas Ramallah bersikap serius dalam melawan kejahatan rezim Zionis.
Bentrokan antara warga Palestina dan aparat keamanan Israel terjadi setiap malam di wilayah Quds sejak awal Ramadhan.
Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan pada Kamis malam bahwa lebih dari 105 warga Palestina terluka dan 21 orang lainnya dilarikan ke rumah sakit selama bentrokan antara pasukan Israel dan pemuda Palestina.
Hamas Minta Mitranya di Gaza Siapkan Rudal untuk Serang Israel
Gerakan Hamas meminta kelompok-kelompok perlawanan di Jalur Gaza untuk mempersiapkan rudal mereka dalam menanggapi kejahatan Israel di Quds.
"Semua kelompok Palestina harus bersatu dan membentuk satu komando lapangan untuk menghadapi penjajah Zionis," kata Hamas dalam sebuah pernyataan, Minggu (25/4/2021).
Hamas meminta semua warga Palestina berkumpul di Kota Tua Quds dan tetap melaksanakan shalat di Masjid al-Aqsa dan halamannya.
Pernyataan tersebut menyeru warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat dan wilayah pendudukan untuk bergerak ke Masjid al-Aqsa dan mendirikan shalat di depan pos-pos pemeriksaan militer yang menghalangi jalan ke Quds.
"Para pemuda Palestina terus berdemonstrasi pada malam hari di lingkungan Zionis dan daerah-daerah dekat pemukiman Zionis sehingga rezim agresor membayar harga mahal atas serangannya," tambahnya.
"Kami menyerukan kepada rakyat Palestina di dalam dan luar negeri, serta umat Arab dan Islam, untuk menyatakan solidaritasnya dengan kebangkitan Quds dengan segala cara demi membuktikan kepada musuh Zionis bahwa warga Quds tidak sendirian di lapangan," imbuh pernyataan Hamas.
Wilayah Quds pendudukan dilanda bentrokan hebat antara warga Palestina dan pasukan Israel dalam beberapa hari terakhir. Sejauh ini puluhan warga Palestina terluka dalam insiden itu.
Militer Israel Siaga Tinggi di Dekat Jalur Gaza
Militer Israel dilaporkan dalam posisi siaga tinggi di sekitar Jalur Gaza untuk menghadapi segala kemungkinan yang bakal terjadi di wilayah itu.
Dikutip dari kantor berita Ma'an Palestina, Senin (26/4/2021), sumber-sumber di Tel Aviv mengatakan Menteri Peperangan Israel Benny Gantz telah memerintahkan militer untuk tetap siaga di Jalur Gaza.
Gantz sebelumnya mengancam akan melanjutkan serangan dan pemboman terhadap penduduk Gaza.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan pertemuan darurat dengan para komandan militer pada Sabtu sore dan memerintahkan tentara untuk bersiap menghadapi segala skenario yang mungkin terjadi terkait Gaza.
Sirine peringatan bahaya kembali berbunyi keras pada Minggu malam di wilayah pemukiman Zionis di dekat Jalur Gaza. Juru bicara militer Israel mengklaim sebuah roket telah ditembakkan dari Gaza ke arah pemukiman.
Bentrokan berdarah antara tentara Zionis dan orang-orang Palestina terjadi di daerah Quds dan beberapa kota lain di Palestina dalam beberapa hari terakhir. Warga Palestina memprotes serangan tentara dan pemukim Zionis terhadap Masjid al-Aqsa dan penduduk kota Quds.
Ilustrasi rudal milik pejuang Hamas di Jalur Gaza, Palestina
Militer Israel Akui Akurasi Roket Hamas Meningkat
Seorang perwira tinggi militer Israel mengatakan, serangan roket baru-baru ini dari Jalur Gaza membuktikan bahwa akurasi roket-roket Hamas telah meningkat.
Seperti dilaporkan situs Arab-48, petinggi militer Israel itu mengatakan kepada surat kabar Yedioth Ahronoth pada Minggu (25/4/2021) bahwa akurasi tembakan roket Hamas bisa disaksikan dalam serangan mereka baru-baru ini ke daerah pemukiman Zionis.
“Militer kami berusaha menghancurkan rudal dan roket Hamas, tetapi kelompok perlawanan di Gaza terus mencoba mengembangkan roket-roketnya,” tambahnya.
Menurut petinggi militer Israel ini, dari 40 roket yang ditembakkan dalam dua hari terakhir, sembilan di antaranya menargetkan pemukiman Zionis dan sistem Iron Dome hanya mencegat tujuh roket, sementara dua sisanya menghantam gedung pemukiman Zionis dan menimbulkan kerusakan.
“22 persen roket yang ditembakkan dari Gaza tercatat akurat. Menurut kajian militer Israel, jika Hamas menembakkan 1.000 roket per hari dalam konflik, maka 200 di antaranya tepat menuju sasaran. Artinya, jika terjadi perang, puluhan roket akan menghantam pemukiman Zionis,” jelasnya.
Hamas Peringatkan Rezim Zionis
Ketua Biro Politik Gerakan Hamas, Ismail Haniyeh mengatakan jika rezim Zionis melanjutkan kebijakan permusuhannya terhadap Quds, maka ketenangan tidak akan ada.
Haniyeh, seperti dikutip Farsnews, Senin (26/4/2021), menganggap bentrokan dan kekerasan terbaru di Quds sebagai perang memperebutkan identitas kota tersebut. Quds tidak sendirian dalam pertempuran ini dan kelompok perlawanan di Gaza siap mendukung orang-orang Quds.
“Peristiwa di Quds telah mematahkan teori tentang normalisasi hubungan dengan musuh Zionis, proposal Kesepakatan Abad, dan teori yang menekankan perundingan,” tambahnya.
Haniyeh menegaskan Quds tidak hanya untuk Palestina, tetapi merupakan poros pertempuran. Dia meminta semua bangsa Arab dan Muslim bersiap memberikan bantuan hakiki kepada rakyat Palestina, dan beralih dari strategi mendukung Quds ke strategi membebaskan Quds.
Di bagian lain, Haniyeh mengatakan Hamas ingin berpartisipasi dalam pemilu dalam konteks sebuah visi yang utuh, dan pemilu di Quds harus menjadi sebuah kompetisi nasional Palestina.
Pemilu parlemen Palestina dijadwalkan berlangsung pada 22 Mei 2021, sementara pemilu presiden akan digelar pada 31 Juli, dan pemilu Dewan Nasional Palestina pada 31 Agustus.
Pangkalan Udara Raja Khalid Dihantam Drone Yaman
Militer Yaman kembali melancarkan serangan ke pangkalan militer King Khalid di provinsi Asir, yang terletak di wilayah selatan Arab Saudi.
Sky News melaporkan, Brigjen Yahya Saree, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman Minggu (25/4/2021) mengatakan bahwa militer Yaman melancarkan serangan ke pangkalan militer King Khalid di Khamis Mushait dengan drone Qasef K2 yang mengenai target secara akurat.
"Serangan yang menargetkan pangkalan militer Saudi ini sebagai tanggapan terhadap eskalasi agresi dan blokade masif terhadap negara kami," ujar Brigjen Saree.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman, Mohammed Nasser Al-Atefi menekankan bahwa strategi lain akan diterapkan jika rezim Al Saud masih melanjutkan kebodohannya melancarkan agresi militer di Yaman.
Arab Saudi, dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lain melancarkan invasi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan blokade dari arah darat, laut, dan udara.
Perang yang disulut Arab Saudi dan sekutunya di Yaman sejauh ini telah menewaskan lebih dari 17.000 orang Yaman, melukai puluhan ribu orang, dan membuat jutaan orang Yaman kehilangan tempat tinggalnya.
Pasukan Khusus Yaman Dikerahkan ke Marib
Unit khusus Yaman yang terlatih menghadapi perang kota, baru-baru ini diterjunkan ke Marib untuk membantu militer dan komite rakyat Yaman.
Sumber keamanan Yaman seperti dikutip situs Al Khabar Al Yemeni, Senin (26/4/2021) mengatakan, setelah pembebasan sebagian besar wilayah di sekitar kota Marib, pasukan khusus perang kota Yaman dikerahkan ke wilayah itu.
Menurut keterangan sumber yang dikutip Al Khabar Al Yemeni, brigade yang dikerahkan Yaman tersebut dipersenjatai lengkap dan sangat terlatih untuk menghadapi perang kota, serta perang jalanan.
Pengerahan pasukan khusus perang kota Yaman ini dilakukan setelah sebelumnya milisi bersenjata pemerintah Abd Rabbuh Mansour Hadi dan koalisi pimpinan Arab Saudi kehilangan kontrol wilayah-wilayah di sekitar kota Marib
Militer Yaman Patahkan Benteng Pertahanan Saudi di Marib
Militer dan komite rakyat Yaman berhasil mematahkan benteng pertahanan baru pasukan bayaran Arab Saudi di sekitar kota Marib.
Surat kabar Al Akhbar, Rabu (28/4/2021) melaporkan, dengan maksud untuk membendung kemajuan militer dan komite rakyat Yaman di Marib, pasukan afiliasi Saudi membangun benteng pertahanan baru di dataran tinggi sebelah barat kota Marib.
Akan tetapi pasukan Yaman berhasil mengepung dataran tinggi tersebut, dan menghancurkan benteng pertahanan ini, kemudian menduduki wilayah Al Touma Al Olaya.
Serangan militer dan komite rakyat Yaman di Marib, menimbulkan korban yang cukup banyak dari pasukan koalisi Saudi, termasuk tewasnya sejumlah komandan militer koalisi.
Loyalis Saudi Kalah Telak di Marib, Ratusan Tewas dan Terluka
Lebih dari 115 milisi yang berafiliasi dengan Arab Saudi tewas dan terluka dalam bentrokan sengit di sekitar kota Ma'rib.
Pasukan loyalis Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung Riyadh mencoba untuk merebut kembali pangkalan militer terbesarnya Al Talaah Al Hamra yang diambilalih oleh pasukan Yaman dan komite populer, tapi gagal yang menimbulkan banyak korban.
Sebelumnya, Militer dan komite rakyat Yaman berhasil menduduki wilayah Al Talaah Al Hamraa.Jatuhnya Al Talaah Al Hamraa berarti jatuhnya Al Jabal Al Ahmar yang posisinya berhadap-hadapan dengan kota Amran, utara Sanaa, karena wilayah ini merupakan markas pasukan Mansour Hadi yang paling sulit ditembus.
Kelompok yang berhasil menduduki Al Talaah Al Hamraa, dari satu sisi memiliki peluang untuk menguasai jalan raya penyaluran logistik dari Sawarih ke Marib, dan di sisi lain dengan mudah menyerang dataran tinggi di sekitar pintu barat dan barat laut Marib. Dengan dikuasainya Al Talaah Al Hamraa, pasukan Yaman juga bisa memperpendek jarak menuju pusat Provinsi Marib.
Dilaporkan, sedikitnya 87 orang tewas dan terluka di kawasan Al-Mashajah, dan 38 militan tewas di kawasan Al-Talaa Al-Hamra.
Provinsi Mar'ib memiliki posisi geopolitik yang penting. Selain letaknya yang sangat dekat dengan ibu kota Yaman, Sanaa, provinsi ini juga memiliki banyak sumber daya alam minyak dan gas, serta memiliki pembangkit listrik.
Rumah Sakit Pasien Covid-19 di Irak Terbakar, Puluhan Tewas
Rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 di Baghdad, ibu kota Irak terbakar pada Sabtu (24/4) yang menyebabkan sedikitnya 23 orang meninggal dunia, dan 46 orang lainnya terluka akibat kebakaran tersebut.
Media Irak Minggu (25/4/2021) melaporkan, ledakan terjadi di unit perawatan intensif rumah sakit Ibn al-Khatib, yang disediakan untuk kasus Covid-19 paling parah di Baghdad.
Beberapa laporan menunjukkan bahwa sejumlah staf medis di rumah sakit tersebut juga tewas dan terluka akibat ledakan.
AFP melaporkan, ledakan ini diduga disebabkan oleh kesalahan dalam penyimpanan tabung oksigen, tapi penyelidikan kepastiannya masih dilakukan.
Delegasi Israel akan Serahkan Informasi Sensitif soal Iran ke AS
Penasihat keamanan internal rezim Zionis Israel dalam lawatannya ke Amerika Serikat akan menyerahkan sejumlah informasi sensitif terkait Iran kepada sejawatnya dari AS.
Surat kabar Israel Hayom, Senin (26/4/2021) terkait rencana kunjungan Meir Ben-Shabbat ke AS dan pertemuannya dengan Jake Sullivan menulis, "Rencananya pertemuan yang akan digelar di Kedutaan Besar Israel di Washington itu berlangsung singkat, dan setelah pertemuan Ben-Shabbat akan langsung kembali."
Menurut Israel Hayom, dalam pertemuan dengan sejawatnya dari AS, Ben-Shabbat akan memberikan informasi-informasi sensitif yang tidak mungkin disampaikan seara online.
Direktur Dinas Intelijen Israel Mossad Yossi Cohen juga dijadwalkan berkunjung ke AS minggu ini untuk bertemu dengan Direktur CIA di Washington.
Tujuan lawatan kedua pejabat tinggi Israel ke AS, sebagaimana dijelaskan Israel Hayom, adalah untuk menghentikan upaya menghidupkan kembali perjanjian nuklir Iran, JCPOA atau minimal melakukan upaya untuk menambahkan pasal dalam JCPOA sesuai keinginan Israel.
Pasukan Turki Duduki Sebuah Desa di Irak
Pasukan Turki di hari keempat operasi militernya di Provinsi Dohuk, utara Irak, menduduki desa Barwari Bala.
Seperti dikutip situs Baghdad Today, Senin (26/4/2021), sumber keamanan Irak mengatakan, bersamaan dengan dilakukannya operasi militer Turki di Provinsi Dohuk, jet-jet tempur Turki membombardir secara luas wilayah-wilayah provinsi ini.
Militer Turki bergerak ke arah pengunungan Matin di Provinsi Dohuk, namun dihalangi oleh pasukan Partai Buruh Kurdistan, PKK.
Pekan lalu, Turki mengumumkan dimulainya operasi baru di utara Irak dengan dalih mengejar anasir PKK. Operasi militer Turki itu jelas-jelas dilakukan di dalam wilayah Irak dan melanggar kedaulatan negara ini.
Putera Mahkota Saudi Ingin Jalin Hubungan Baik dengan Iran
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman menyebut Iran sebagai negara tetangga, dan Riyadh berharap memiliki hubungan yang baik dengan Tehran.
Russia Today hari Rabu (28/4/2021) mengutip pernyataan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman yang mengatakan, "Riyadh bekerja sama dengan negara-negara di kawasan dan dunia untuk menemukan cara mencapai hubungan baik dengan Iran yang akan menguntungkan semua pihak,".
"Riyadh ingin Iran menjadi negara yang berkembang pesat, dan kawasan dan dunia bergerak menuju pertumbuhan dan kemakmuran," ujar Pangeran Mohammed bin Salman.
Putra Mahkota Saudi juga mengklaim bahwa Riyadh berharap Pemerintah Penyelamat Nasional Yaman akan menerima perjanjian gencatan senjata dan duduk di meja perundingan, tanpa menyebutkan pelanggaran berulang atas perjanjian gencatan senjata oleh negaranya di Yaman.
Dua bulan lalu, Arab Saudi mengajukan inisiatif yang diklaim Riyadh untuk meretas jalan damai di Yaman.
Pemerintah Yaman menyebut prakarsa Arab Saudi tidak realistis, karena disampaikan di saat rezim Al Saudi masih melanjutkan agresi dan blokade terhadap negaranya.
Qatar Sambut Sikap Baru Putra Mahkota Saudi atas Iran
Menteri Luar Negeri Qatar menyambut baik sikap terbaru Putra Mahkota Arab Saudi terkait keinginan Riyadh untuk menjalin hubungan baik dengan Tehran.
Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, Kamis (29/4/2021) seperti dikutip Mehr News di akun Twitternya mengumumkan dukungan atas sikap Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman terkait keinginan Riyadh menjalin hubungan bersahabat dengan Tehran.
Ia mengatakan, "Melaksanakan isi Piagam PBB dan menghormati kedaulatan negara lain, serta tidak mencampuri urusan dalam negeri mereka, merupakan prinsip utama negara-negara beradab, serta katup kepercayaan untuk menjaga keamanan dan perdamaian di kawasan dan dunia."
Sebelumnya Bin Salman dalam sebuah wawancara mengatakan, "Iran negara tetangga, dan Riyadh berharap bisa menjalin hubungan yang baik dengan Tehran, dan saat ini kami tengah bekerja bersama dengan sejumlah negara kawasan dan dunia untuk menemukan cara membangun hubungan ini."
Putra Mahkota Saudi menambahkan, "Kami tidak ingin Iran berada dalam situasi yang sulit, kami ingin Iran menjadi negara yang maju supaya kawasan dan dunia bergerak ke arah pertumbuhan dan kemajuan.
Putra Mahkota Abu Dhabi Dukung Sikap MBS soal Iran
Putra Mahkota Abu Dhabi, mendukung sikap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) yang ingin membangun hubungan baik dengan Iran.
Mohammed bin Zayed Al Nahyan, seperti dilansir Mideast.news, Kamis (29/4/2021), dalam sebuah tweet mengapresiasi pernyataan MBS yang disampaikan dalam sebuah wawancara televisi, dan mengatakan posisi yang seimbang ini sejalan dengan kedudukan negara-negara regional di dunia.
MBS dalam sebuah wawancara pada Rabu lalu, mengatakan Iran adalah negara tetangga dan Riyadh berharap memiliki hubungan yang baik dengan Tehran.
"Riyadh sedang bekerja dengan negara-negara di kawasan dan dunia untuk menemukan cara mencapai hubungan baik dengan Iran yang akan menguntungkan semua pihak," tambahnya.
"Kami tidak ingin Iran berada dalam situasi yang sulit, kami ingin Iran menjadi negara yang maju supaya kawasan dan dunia bergerak ke arah pertumbuhan dan kemajuan," kata Putra Mahkota Saudi.
Raja Abdullah II: Dukungan untuk Baitul Maqdis, Harga Mati !
Raja Yordania menekankan bahwa negaranya memandang Baitul Maqdis sebagai masalah yang tidak bisa ditawar lagi.
Raja Yordania, Abdullah II dalam pertemuan dengan perwakilan Dewan Wakaf Islam dan Gereja-Gereja Baitul Maqdis di Amman hari Selasa (27/4/2021), menyatakan dukungan penuh negaranya terhadap Baitul Maqdis.
"Yordania terus memenuhi tanggung jawab historis dan religiusnya dalam melindungi dan mempertahankan tempat-tempat suci Islam dan Kristen di Baitul Maqdis dengan mengandalkan perwalian Hashemi terhadap tempat itu," ujar Raja Abdullah II.
Yordania juga mengeluarkan pernyataan pada hari Senin yang mengutuk tindakan kekerasan baru-baru ini oleh rezim Zionis terhadap rakyat Palestina dan menyerukan dimulainya tindakan internasional segera dalam hal ini.
Kota Baitul Maqdis yang diduduki Israel menjadi arena gelombang baru serangan rezim Zionis terhadap warga Palestina sejak awal bulan suci Ramadhan.
Massa Zionis di Tel Aviv Geruduk Netanyahu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menghadapi gelombang unjuk rasa Zionis besar-besaran.
Para demonstran melancarkan aksi protes di Tel Aviv pada Selasa (27/4/20201) malam menuntut pengunduran diri Netanyahu dari jabatan perdana menteri karena kasus korupsi dan kegagalnya dalam menangani virus Corona.
Netanyahu menghadapi empat kasus skandal korupsi yang melilitnya.
Benyamin Netanyahu dituding menerima suap berupa barang mewah dari pendukungnya yang kaya raya, Arnon Miichan. Pengusaha AS, sekaligus produser film di Hollywood ini telah lebih dahulu diinterogasi oleh pihak keamanan Israel di bulan September tahun lalu.
Netanyahu juga diinterogasi terkait dengan dua kasus 1000 dan 2000. Kasus pertama mengenai suap, dan kedua mengenai perundingannya dengan pemilik koran Yedioth Ahronoth.
Ia juga terlibat "kasus 4000" dengan tuduhan membayar jutaan dolar kepada Shaul Elovitch, pemilik perusahaan Bezeq.
Kasus korupsi yang paling berat melilit Netanyahu mengenai penerimaan suap senilai satu juta dolar dari Arnaud Mimran yang dipergunakan untuk membiayai kampanye pemilu perdana menteri rezim Zionis.
Selain itu, Netanyahu dijerat kasus korupsi lain "skandal 3.000" berkaitan dengan pembelian tiga kapal selam dari Jerman senilai lebih dari satu miliar dolar.
Sekjen Hizbullah Puji Keberanian Pemuda Al Quds
Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon dalam pidatonya di hari kelahiran Imam Hassan Mujtaba as, memuji perlawanan para pemuda kota Baitul Maqdis, Palestina dalam menghadapi rezim Zionis Israel.
Sayid Hassan Nasrullah, Rabu (28/4/2021) malam dalam pidatonya, menyinggung bentrokan warga Muslim Palestina kota Baitul Maqdis dengan Zionis ekstrem di sekitar Masjid Al Aqsa, dan memuji perlawanan serta resistensi para pemuda Palestina.
Seperti dikutip situs stasiun televisi Al Manar, Sayid Hassan Nasrullah mengatakan, “Tekad kuat penduduk Al Quds terutama kaum muda yang terjun di medan tempur melawan para tentara Israel yang bersenjata, layak dipuji.”
Ia menambahkan, “Dalam rangka menunjukkan solidaritas kepada Al Quds, warga Tepi Barat dan Jalur Gaza juga ikut terjun ke jalan untuk mengubah perimbangan kekuatan, dan semua ini harus diperhatikan serius.”
Sekjen Hizbullah mengaku akan menjelaskan lebih detail masalah ini dalam pidato Hari Quds Sedunia.
Saudi Bersedia Bantu Lebanon Asal Hizbullah Disingkirkan
Dalam sebuah pertemuan rahasia di Beirut, Duta Besar Arab Saudi kepada Komandan Militer Lebanon mengatakan Hizbullah harus dijauhkan dari Angkatan Bersenjata negara ini.
Surat kabar Al Akhbar, Rabu (28/4/2021) mengabarkan pertemuan rahasia antara Komandan Militer Lebanon, dengan Dubes Saudi untuk negara itu, Waleed Al Bukhari di Beirut.
Dalam pertemuan itu, katanya, disampaikan permohonan bantuan militer Lebanon kepada "negara saudara dan sahabat" yaitu Saudi. Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah banyak Atase Militer Kedubes negara Arab dan non-Arab di Lebanon.
Dubes Saudi kepada Komandan Militer Lebanon Jenderal Joseph Aoun mengatakan, Saudi bersedia membantu militer Lebanon dengan syarat. Menurutnya, pasukan afiliasi Hizbullah telah melanggar perintah dan mengintervensi institusi militer Lebanon.
Komandan Militer Lebanon menjawab, Hizbullah tidak punya satu pasukan pun di tubuh militer Lebanon, dan semua tahu Hizbullah tidak bisa mencampuri urusan militer dan organ-organnya.
Jenderal Joseph Aoun menegaskan, statemen sejumlah pihak termasuk negara-negara Barat tidak bisa menjadi patokan, karena maksud mereka adalah para tentara dan perwira yang memiliki hubungan kekeluargaan dengan pasukan Hizbullah.
Arab Saudi Tutup Delapan Sekolah Internasional Turki
Kementerian Pendidikan Arab Saudi mengumumkan bahwa delapan sekolah Turki di negara itu akan ditutup pada akhir tahun akademik 2020-2021.
Saudi telah mengirim surat ke sekolah internasional yang berafiliasi dengan Kementerian Pendidikan Turki di kota Tabuk, Riyadh, Taif, dan Jeddah untuk menginformasikan keputusan tersebut.
Menurut laporan laman ISNA, Kamis (29/4/2021), para pejabat Kementerian Pendidikan Saudi juga mengunjungi sekolah Turki di kota Dammam dan Abha, dan memberitahu pihak sekolah tentang keputusan itu.
Sekolah Turki di Mekkah dan Madinah juga akan ditutup oleh otoritas Arab Saudi.
Perselisihan politik Riyadh dengan Ankara mengenai isu-isu regional telah mempengaruhi hubungan kedua negara dalam dua tahun terakhir. (RA)