Mantan Perwira AS: Milisi Ekstrem Ukraina Gagalkan Evakuasi Sipil
-
mantan perwira militer AS, Scott Bennett
Seorang mantan perwira militer Amerika Serikat mengatakan, milisi ekstrem ultranasionalis Ukraina adalah pihak yang menggagalkan proses evakuasi warga sipil dari lokasi-lokasi perang di negara itu.
Pada hari Senin, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan telah membuka enam koridor kemanusiaan untuk mengvekuasi warga sipil dari kota Kiev, Mariupol, Kharkiv dan Sumy ke arah kota lain.
Menurut Kemenhan Rusia, pasukan negara ini telah menghancurkan sekitar 2.400 infrastruktur militer Ukraina, akan tetapi resimen ultranasionalis Ukraina menjadikan warga sipil sebagai tameng hidup.
Scott Bennet, mantan perwira militer AS, Rabu (8/3/2022) dalam wawancara dengan PressTV menuturkan, "Saat ini milisi sayap kanan ekstrem, dan anasir-anasir neo-Nazi memanfaatkan warga sipil sebagai perisai hidup, dan menyerang kota-kota, hal ini menunjukkan keputusasaan Presiden Volodymyr Zelensky, selain itu mengungkap sifat jahat rezim ini."
Ia menambahkan, "Pasukan ultranasionalis Ukraina sama sekali tidak peduli dengan kepentingan rakyat negara itu, dan keharusan menjaga budayanya. Mereka hanya ingin berperang, dan melaksanakan tugas dari tuan-tuan mereka, terutama Amerika Serikat."
Scott Bennett menjelaskan, "Orang-orang Rusia menjaga keamanan dengan membuka koridor-koridor untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan, dan membuka pintu keluar bagi mereka yang ingin keluar dari Ukraina, sehingga mereka mendapat simpati dari warga di lokasi-lokasi perang." (HS)