Zelensky kembali Minta Bertemu dengan Putin
-
Putin-Zelensky
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky kembali meminta pertemuan dan dialog langsung dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Rusia selama beberapa bulan lalu seraya memperingatkan ekspansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Eropa Timur, mengajukan usulan jaminan keamanan kepada AS dan NATO, tapi ditolak.
Bersamaan dengan permintaan berulang Ukraina untuk bergabung dengan NATO dan sikap negara ini bersedia menerima bantuan beberapa juta dolar dari Barat, serangan militer Rusia ke Ukraina dimulai sejak 24 Februari 2022 atas instruksi langsung Presiden Putin.
Konflik di Ukraina masih terus berlanjut dan saat ini telah memasuki hari ke-27.
Menurut laporan IRNA Selasa (22/3/2022) dini hari, Zelensky di sebuah wawancara televisi mengatakan, pertemuan dengan Putin sangat penting untuk memahami sikap Rusia guna mengakhiri perang.
"Saya pikir tanpa pertemuan ini, tidak dapat diraih pemahaman penuh apa yang diinginkan Rusia untuk menghentikan perang," tambahnya.
Presiden Ukraina di statemen lainnya yang dirilis hari Senin (21/3/2022) mengatakan bahwa negaranya tidak akan pernah menyerah terhadap ultimatum Rusia dan menolak pendudukan Rusia terhadap kota-kota negara ini.
Presiden Ukraina sebelumnya meminta pertemuan langsung dengan Putin.
Di tengah-tengah perundingan antara delegasi Rusia dan Ukraina, Zelensky menyatakan bahwa tugas utama tim juru runding Ukraina adalah mempersiapkan pertemuan antara dirinya dan Putin.
Sejak meletusnya perang Rusia-Ukraina pada 24 Februari 2022 hingga kini, telah digelar sejumlah perundingan antara delegasi kedua negara di berbagai level, tapi belum berujung pada gencatan senjata total.
Perundingan antara menlu Rusia dan Ukraina di Turki juga tidak menunjukkan hasil nyata. Perundingan ini hanya berujung pada gencatan senjata sementara di sejumlah daerah untuk relokasi para pengungsi melalui jalur kemanusiaan. (MF)