Caracas Menghargai Sikap Konsisten Iran dalam Membela Venezuela
-
Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil
Pars Today - Menteri Luar Negeri Venezuela berterima kasih kepada Iran atas pembelaannya yang konsisten terhadap kedaulatan Caracas.
Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil dalam pernyataan resmi yang ditujukan kepada Republik Islam Iran pada Selasa (23/12/2025) malam, menghargai sikap konsisten Tehran dalam membela kedaulatan Venezuela dan kawasan Karibia.
Atas nama Presiden Venezuela Nicolas Maduro, ia menyampaikan salam hangatnya kepada Iran dan menekankan bahwa Venezuela sangat berterima kasih atas dukungan Iran dalam hal ini.
Menteri Luar Negeri Venezuela menambahkan, “Caracas sangat menghargai komitmen Iran terhadap stabilitas perdagangan internasional, yang saat ini terancam oleh tindakan agresif dan ilegal Amerika Serikat.”
Yvan Gil juga berterima kasih kepada Iran karena menyerukan kepada semua negara untuk menyatakan penentangan tegas mereka terhadap setiap ancaman atau penggunaan kekuatan yang bertentangan dengan Piagam PBB.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran telah mengutuk langkah-langkah militer AS baru-baru ini terhadap Venezuela, menyebutnya sebagai ancaman terhadap keamanan dan stabilitas di Karibia dan Amerika Latin. Iran juga menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal PBB untuk segera mengatasi situasi berbahaya yang diakibatkan oleh desakan AS untuk campur tangan ilegal dalam urusan internal Venezuela, yang diakui sebagai negara merdeka dan anggota PBB.
Posisi Iran dalam mendukung Venezuela melawan ancaman AS berakar pada prinsip-prinsip kebijakan luar negeri Republik Islam, yang didasarkan pada kemerdekaan, penentangan terhadap unilateralisme, dan pembelaan kedaulatan nasional negara-negara. Selain aspek politik dan hukum, dukungan ini juga memiliki konsekuensi geopolitik dan ekonomi dan telah menyebabkan penguatan hubungan Tehran-Caracas.
Dalam beberapa tahun terakhir, Republik Islam Iran selalu mengambil posisi yang konsisten dan jelas dalam membela Venezuela terhadap tekanan dan ancaman AS. Posisi ini bukanlah reaksi sementara, melainkan bagian dari kebijakan makro Iran dalam menghadapi unilateralisme AS dan membela kemerdekaan negara-negara.
Iran telah berulang kali menganggap tindakan Washington terhadap Caracas sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan global.
Alasan dukungan ini dapat diteliti dalam beberapa bidang.
Pertama, pengalaman bersama terkait sanksi dan tekanan AS. Baik Iran maupun Venezuela telah berada di bawah sanksi ekonomi dan politik Washington selama bertahun-tahun, dan pengalaman bersama ini telah mendekatkan perspektif kedua negara. Dengan mengutuk tindakan AS terhadap kapal tanker minyak dan wilayah udara Venezuela, Iran sebenarnya menekankan prinsip menghadapi kebijakan koersif.
Kedua, kepatuhan Iran terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam PBB. Tehran telah berulang kali menyatakan bahwa serangan AS terhadap kapal komersial atau ancaman terhadap kedaulatan nasional merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional. Posisi ini diangkat bukan hanya untuk membela Venezuela tetapi juga untuk membela tatanan global yang berbasis pada supremasi hukum. Iran percaya bahwa ketidakpedulian terhadap tindakan sepihak tersebut dapat menyebabkan runtuhnya aturan internasional.
Ketiga, dimensi geopolitik dan ekonomi hubungan Iran-Venezuela. Terlepas dari jarak geografis, kedua negara memiliki hubungan yang erat di bidang energi dan kerja sama ekonomi. Ekspor minyak, kerja sama industri, dan pertukaran teknologi merupakan bagian dari hubungan ini. Dukungan Iran untuk Venezuela dalam menghadapi ancaman AS, selain aspek politik, juga membantu mempertahankan dan memperluas kerja sama ini.
Konsekuensi dari posisi ini juga signifikan.
Pertama, memperkuat hubungan Tehran-Caracas
Para pejabat Venezuela telah berulang kali mengapresiasi dukungan Iran dan menganggapnya sebagai tanda solidaritas antara kedua negara.
Kedua, mengirimkan pesan politik kepada komunitas internasional
Dengan sikap ini, Iran menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi tekanan AS dan dapat membentuk front bersama dengan sekutu di Amerika Latin.
Ketiga, meningkatkan legitimasi Iran di antara negara-negara yang menentang unilateralisme
Dukungan ini akan memberi Iran tempat khusus di antara negara-negara Selatan sebagai negara yang membela kemerdekaan dan kedaulatan nasional.
Sejatinya, posisi konsisten Iran dalam mendukung Venezuela harus dianggap sebagai bagian dari strategi besar Tehran dalam menghadapi kebijakan AS.
Strategi ini didasarkan pada prinsip-prinsip seperti membela kemerdekaan negara, menentang sanksi unilateral, dan berupaya menciptakan tatanan yang lebih adil dalam hubungan internasional.
Dengan mendukung Venezuela, Iran tidak hanya mendukung sekutu politik dan ekonomi, tetapi juga mengirimkan pesan yang jelas kepada dunia, menghadapi intimidasi dan membela kedaulatan nasional adalah bagian yang tak terpisahkan dari kebijakan luar negeri Republik Islam.(sl)