Zakharova: Israel Harus Menghentikan Pembantaian Jurnalis
-
Syahid Fatima Fatouni dan Ali Shaeeb
Pars Today – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut teror jurnalis di Lebanon sebagai kejahatan terang-terangan oleh rezim Zionis.
Pada hari Sabtu (28/03/2026), jaringan Al-Mayadeen mengumumkan bahwa Fatima Fatouni, seorang jurnalis dari jaringan tersebut, dan Mohammad Fatouni, seorang fotografer berita, menjadi syuhada akibat serangan rezim Zionis di Lebanon Selatan.
Sumber-sumber Lebanon juga mengumumkan bahwa Ali Shaee, seorang jurnalis dari jaringan Al-Manar, juga menjadi syahid dalam serangan lain di Lebanon Selatan.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa pembunuhan jurnalis di Lebanon adalah kejahatan terang-terangan oleh rezim Zionis, dan menekankan perlunya penyelidikan masalah ini, dan mengakhiri tindakan berdarah ini selamanya.
Maria Zakharova, dengan menyatakan bahwa serangan-serangan ini ditargetkan, mencatat, “Hal yang patut diperhatikan adalah bahwa mereka menargetkan kendaraan sipil biasa yang membawa staf media dan sedang dalam misi berita.”
Ia melanjutkan, “Masing-masing jurnalis ini memiliki tanda pers yang sepenuhnya terlihat, tetapi hal itu tidak melindungi mereka dari serangan amunisi terpandu. Kendaraan itu terbakar habis dan menjadi makam massal bagi para jurnalis.”
Zakharova menegaskan, “Masalahnya bukan bagaimana organisasi internasional yang relevan akan bereaksi terhadap serangan seperti itu, karena kebutaan profesional mereka sudah lama tidak mengejutkan siapa pun.”(sl)