PBB: Tenda Bukan Pilihan Tempat Berlindung yang Tepat untuk Warga Gaza
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i183764-pbb_tenda_bukan_pilihan_tempat_berlindung_yang_tepat_untuk_warga_gaza
Pars Today - Juru bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa menekankan dalam sebuah pernyataan bahwa tenda tidak dapat menjadi pilihan utama dan satu-satunya tempat berlindung di Gaza karena hanya memberikan perlindungan sementara bagi penduduk Gaza.
(last modified 2026-01-07T04:24:08+00:00 )
Jan 07, 2026 11:20 Asia/Jakarta
  • Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric
    Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric

Pars Today - Juru bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa menekankan dalam sebuah pernyataan bahwa tenda tidak dapat menjadi pilihan utama dan satu-satunya tempat berlindung di Gaza karena hanya memberikan perlindungan sementara bagi penduduk Gaza.

Menurut IRNA pada Rabu (07/01/2026) pagi dari Al Jazeera, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric mengatakan, "Lebih dari satu juta orang di Jalur Gaza masih membutuhkan bantuan mendesak untuk mendapatkan tempat berlindung."

Sumber-sumber lokal di Gaza sebelumnya melaporkan bahwa seorang anak Palestina di kamp Nuseirat gugur karena kedinginan ekstrem.

Mahmoud Basal, Juru Bicara Pertahanan Sipil Gaza, juga sebelumnya mengumumkan dalam sebuah pernyataan, Sejak awal Desember, 25 warga Palestina, termasuk 6 anak-anak, telah gugur syahid karena hujan dan kedinginan ekstrem.

Menurut media Palestina, meskipun perang genosida rezim Zionis terhadap rakyat Gaza yang tertindas telah berakhir dengan diberlakukannya perjanjian gencatan senjata pada 10 Oktober 2025, kondisi kehidupan di wilayah ini belum membaik, karena rezim Zionis menolak untuk memenuhi kewajibannya dalam perjanjian gencatan senjata, termasuk masuknya jumlah makanan, bantuan, perlengkapan medis, dan rumah mobil yang telah disepakati.

Rezim Zionis memulai perang terhadap Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023 dengan dua tujuan utama yaitu melenyapkan gerakan Hamas dan mengembalikan tahanan Zionis dari wilayah ini, tetapi gagal mencapai tujuannya dan terpaksa mencapai kesepakatan dengan gerakan Hamas untuk pertukaran tahanan.(sl)