Hamas: Israel Serang Gaza dengan Lampu Hijau Amerika
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i125444-hamas_israel_serang_gaza_dengan_lampu_hijau_amerika
Anggota senior Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengatakan, serangan rezim Zionis Israel ke Jalur Gaza setelah kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Palestina pendudukan mengindikasikan lampu hijau militer Washington kepada Tel Aviv.
(last modified 2026-04-13T11:36:12+00:00 )
Jul 17, 2022 08:45 Asia/Jakarta
  • Fawzi Barhoum
    Fawzi Barhoum

Anggota senior Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengatakan, serangan rezim Zionis Israel ke Jalur Gaza setelah kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Palestina pendudukan mengindikasikan lampu hijau militer Washington kepada Tel Aviv.

Setelah kunjungan Biden ke Palestina pendudukan pada Rabu (13/7/2022), jet-jet tempur rezim Zionis Sabtu (16/7/2022) pagi menyerang Jalur Gaza dengan 10 roket dan menarget pangkalan muqawama.

Fawzi Barhoum saat diwawancarai Iran Press menjelaskan, serangan Rezim Zionis Israel ke Jalur Gaza menyusul kunjungan Biden ke Palestina pendudukan membenarkan bahwa Amerika di bidang militer, politik dan finansial mengijinkan Israel untuk melakukan langkah anti-rakyat Palestina.

Ia mengatakan, mengingat dukungan nyata Amerika terhadap Israel, mengandalkan pemerintah Amerika untuk menghentikan serangan, pemukiman Zionis, mengakhiri penjajahan dan pemberian hak rakyat Palestina sekedar fatamorgana.

Lebih lanjut Barhoum menjelskan, solusi tunggal mengakhiri serangan dan pembangunan distrik Zionis adalah percaya kepada perjuangan dan persatuan rakyat serta faksi muqawama melawan penjajah Zionis.

"Persatuan bangsa Palestina dalam koridor "aksi bersenjata" untuk melawan penjajah Zionis sebuah keharusan," papar Barhoum.

Salah satu tujuan kunjungan Biden ke bumi Palestina pendudukan adalah rezim ini membutuhkan ketidakstabilan dan ketegangan di kawasan untuk menjaga beberapa negara yang baru bersekutu di sisinya, dan berusaha menjadikan Amerika sebagai mitra di jalur ini, seperti di masa lalu, dan membuat Amerika menemaninya membayar setidaknya sebagian dari pengeluaran militer dan sipilnya. (MF)