Serangan Udara Israel Berlanjut dan Menarget Warga Sipil
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i156164-serangan_udara_israel_berlanjut_dan_menarget_warga_sipil
Pesawat-pesawat tempur rezim Zionis Israel melanjutkan serangan udara besar-besaran ke Jalur Gaza. Serangan udara ini dilancarkan sepanjang siang dan malam.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 28, 2023 20:02 Asia/Jakarta
  • Korban serangan udara rezim Zionis Israel di Jalur Gaza, Oktober 2023
    Korban serangan udara rezim Zionis Israel di Jalur Gaza, Oktober 2023

Pesawat-pesawat tempur rezim Zionis Israel melanjutkan serangan udara besar-besaran ke Jalur Gaza. Serangan udara ini dilancarkan sepanjang siang dan malam.

Israel dengan sengaja menarget perumahan penduduk, rumah sakit, pasar, pusat perbelanjaan, masjid, gereja dan fasilitas publik lainnya sejak melancarkan serangan udara besar-besaran ke Gaza pada hari Sabtu, 7 Oktober 2023.

Pada serangan terbaru, militer rezim Zionis mengebom sebuah rumah di Khan Yunis, Gaza selatan pada hari Sabtu (28/10/2023) dan daerah lainnya di Gaza, termasuk di al-Shejaeya.

Jet tempur Israel juga membombardir kamp pengungsi al-Shaati, Gaza barat pada hari Sabtu dan beberapa daerah lain di wilayah Palestina ini.

Serangan udara Israel ke rumah-rumah di kamp pengungsi al-Shati telah menyebabkan banyak korban sipil berjatuhan termasuk seorang anak balita.

Kerusakan besar juga terjadi di lingkungan an-Naser di kota Gaza disebabkan serangan udara rezim Zionis.

Rezim Zionis juga memutus jaringan internet di Gaza. Warga Palestina juga terpaksa menggunakan mobil pribadi untuk memindahkan korban luka ke rumah sakit.

"7.326 warga Palestina gugur dan 18.967 lainnya terluka sejak dimulainya serangan udara besar-besaran Israel ke Gaza," kata pernyatan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, seperti dilansir Al Jazeera, Jumat.

Menurut pernyataan tersebut, 3.038 syuhada dari jumlah tersebut adalah anak-anak, 1.726 adalah perempuan, serta 414 adalah lansia.

"110 warga Palestina telah gugur di Tepi Barat dan 1.900 lainnya terluka akibat agresi rezim Zionis sejak dimulainya pertempuran Badai al-Aqsa pada 7 Oktober 2023," imbuh pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina. (RA)