Situasi Hak Asasi Manusia yang Mengerikan di Bahrain
-
Haitham Abu Saeed, Komisaris Komite Hak Asasi Manusia di kawasan Barat Asia
Komite Internasional Hak Asasi Manusia di wilayah Asia Barat menyatakan, hak asasi manusia di Bahrain mengarah pada kehancuran dan rezim Al Khalifa sangat melanggar hak asasi manusia.
Haitham Abu Saeed, Komisaris Komite Hak Asasi Manusia di kawasan Barat Asia dalam wawancara dengan Mehr News mengatakan, "Para pejabat Bahrain sama sekali tidak berkomitmen pada perjanjian internasional yang mereka tanda tangani dan tidak bekerja sama dengan komite investigasi untuk melakukan pengumpulan data dari penjara dan tempat penahanan yang zalim."
Abu Saeed menjelaskan bahwa kelompok-kelompok asing, termasuk Arab Saudi, memasuki negara itu dengan dalih "Perisai Teluk Persia" dan melakukan aksi-aksi militer di negara ini.
"Peradilan rezim Al Khalifa juga melecehkan dan menyiksa para oposan dengan cara yang tidak dapat digambarkan," tambahnya.
Haitham Abu Saeed juga menilai putusan hukuman seumur hidup Sheikh Ali Salman, Sekjen al-Wefaq Bahrain menunjukkan bagaimana tekanan politik terus berlanjut setelah warga asli Bahrain dicabut kewarganegaraannya.
Komisaris Komite Hak Asasi Manusia Asia Barat ini menjelaskan bahwa para perempuan Bahrain disiksa dan dilecehkan secara brutal oleh pasukan rezim Bahrain. Ditambahkannyam "Para pejabat Bahrain tidak menghormati hak-hak remaja di negara itu dan para remaja yang di penjara selain dipukuli, mereka juga terintimidasi secara psikologis."
Bahrain sejak 14 Februari menyaksikan kebangkita rakyat menentang rezim Al Khalifa. Para oposan Bahrain melakukan aksi-aksi demo damai dan menyerukan kebebasan, keadilan dan penghapusan diskriminasi serta munculnya sistem yang efektif dan dipilih di negara itu.