Pihak Yaman Diminta Lebih Fleksibel untuk Akhiri Konflik
Utusan Khusus PBB untuk Yaman, meminta kedua pihak yang bertikai di Yaman untuk menunjukkan fleksibilitas yang lebih besar demi mencapai sebuah solusi politik yang nyata.
Kantor berita resmi Kuwait (Kuna) melaporkan, Ismail Ould Cheikh Ahmed pada Ahad (8/5/2016) malam, mengatakan jika faksi-faksi Yaman ingin mencapai sebuah solusi politik yang nyata dalam perundingan Kuwait, mereka harus memperlihatkan sikap lunak dan fleksibilitas yang lebih besar.
"Para peserta perundingan Kuwait perlu memikirkan kepentingan rakyat dan mempertimbangkan visi bangsa Yaman yang menginginkan berakhirnya konflik di negeri mereka," tegasnya.
Menurut Cheikh Ahmed, proses perundingan berjalan panjang dan detail di mana para pihak ingin meraih sebuah kesepakatan untuk menyelesaikan semua perkara sengketa.
"Dalam upaya untuk mencapai solusi politik di Kuwait, serangkaian pertemuan bilateral dengan pihak-pihak Yaman telah dilakukan, tapi belum mencapai kemajuan berarti meski perundingan damai Yaman telah berlangsung tiga pekan," kata Cheikh Ahmed.
Perundingan damai Yaman yang diawasi oleh PBB diselenggarakan di Kuwait sejak 21 April lalu. Pertemuan itu sempat terhenti akibat hambatan yang diciptakan oleh Arab Saudi. (RM)