Netanyahu: Pemerintah Lebanon Harus Melucuti Senjata Hizbullah
-
Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Rezim Zionis
Pars Today - Perdana Menteri Rezim Zionis Israel dalam sebuah pernyataan intervensionis menyerukan pemerintah Lebanon untuk melucuti senjata Hizbullah dan menekankan bahwa Ansarullah Yaman merupakan ancaman yang sangat besar bagi rezim Israel.
Menurut laporan ISNA, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memulai rapat kabinet mingguannya pada hari Minggu (02/11/2025) untuk mengomentari "serangan paling serius" yang dihadapi Israel dan merinci situasi di empat front.
Dalam sebuah pernyataan yang tidak berdasar, Netanyahu mengklaim, "Saya ingin berbicara tentang menghadapi poros Iran. Poros ini telah menderita pukulan yang sangat berat di banyak tempat dan kami telah menghancurkannya, tetapi poros ini masih ada di beberapa area, ia sedang mengobati lukanya dan berusaha untuk pulih. Tujuan kami adalah untuk menghilangkan kemampuannya untuk membangun kembali, dan inilah yang kami lakukan di berbagai front."
Netanyahu kemudian berbicara tentang Gaza dan empat front itu, dengan mengklaim, "Front pertama adalah Gaza, di mana Hamas telah menderita pukulan yang menghancurkan dan sekarang menjadi bayang-bayang masa lalunya, tetapi pada saat yang sama sedang berusaha untuk pulih."
Dalam pernyataannya yang tak berdasar terhadap Hamas, lagi-lagi Netanyahu mengklaim, “Kami bekerja di empat bidang: 1. Pemulangan para sandera: Upaya Hamas untuk menipu kami, Amerika Serikat, dan dunia sungguh menyedihkan dan tidak akan berhasil. Kami berkomitmen untuk memulangkan semua sandera secara bertahap. 2. Pemusnahan kelompok-kelompok Hamas di wilayah-wilayah yang dikuasai tentara Israel di Gaza. Terdapat dua kelompok di Rafah dan Khan Yunis, dan mereka akan dibasmi. 3. Perlindungan pasukan kami. Instruksi saya jelas - jika ada upaya untuk menyerang pasukan kami, kami akan menyerang para penyerang dan organisasi mereka untuk melindungi tentara kami. Kami akan memberi tahu teman-teman Amerika kami, tetapi kami tidak akan meminta izin mereka. Mari kita tegaskan. Tanggung jawab utama keamanan tetap berada di tangan kami dan kami tidak akan menyerah. 4. Melucuti Hamas dan demiliterisasi Gaza.”
PM Zionis Israel menambahkan, “Melucuti Hamas dan demiliterisasi Jalur Gaza adalah prinsip yang kami anut, prinsip yang disepakati antara Presiden Trump dan saya, dan yang sedang kami kerjakan berdasarkan rencana yang jelas. Jika tujuan ini tidak tercapai dengan satu cara, akan dicapai dengan cara lain, dan semua orang tahu apa artinya dan siapa yang akan melaksanakannya.”
Mengenai front Lebanon dan Hizbullah, Netanyahu juga membuat pernyataan yang jauh dari kenyataan, “Sehubungan dengan Lebanon, Hizbullah terus-menerus menerima serangan – termasuk dalam beberapa hari terakhir – tetapi juga berusaha untuk mempersenjatai kembali dan memulihkan diri. Kami berharap pemerintah Lebanon memenuhi komitmennya untuk melucuti Hizbullah, tetapi jelas bahwa kami akan menggunakan hak untuk membela diri sebagaimana tercantum dalam perjanjian gencatan senjata. Kami tidak akan membiarkan Lebanon menjadi front yang melawan kami lagi, dan kami akan bertindak jika perlu.”
Mengenai Yaman dan Ansarullah, Netanyahu juga membuat klaim yang tidak berdasar, “Ada front ketiga yang tidak terlalu diperhatikan oleh rakyat Israel, Houthi. Mereka mungkin tampak seperti gangguan kecil, tetapi terkadang mereka menembakkan rudal balistik ke arah kami dan kami mencegatnya. Kedengarannya sederhana, tetapi sebenarnya tidak. Ini adalah gerakan yang sangat radikal dengan kemampuan untuk memproduksi rudal balistik dan senjata lainnya di dalam negeri, dan berkomitmen pada apa yang disebutnya “rencana untuk menghancurkan Israel”. Ini adalah ancaman nyata yang dapat berkembang seiring waktu dan tentunya dikoordinasikan dengan Iran. Kami akan melakukan apa pun untuk menghilangkan ancaman ini juga.”
“Ini berarti bahwa kita menghadapi poros yang, meskipun telah hancur dan melemah, masih berusaha menghidupkan kembali rencananya untuk menghancurkan Israel, dan setidaknya kita akan menghilangkan kemampuannya untuk melakukannya,” imbuh Netanyahu.
Kabinet Zionis dijadwalkan bertemu Kamis depan untuk membahas berkas-berkas Gaza dan Lebanon.
Merujuk pada kasus yang melibatkan video kamp penahanan Sde Teiman yang terkenal, Netanyahu mengatakan, “Insiden di pangkalan Sde Teiman telah menyebabkan kerusakan besar pada citra Israel, IDF, dan tentara kami. Ini mungkin serangan propaganda paling serius yang dihadapi Israel sejak berdirinya. Saya tidak ingat ada yang separah itu. Ini membutuhkan penyelidikan yang independen dan tidak memihak, dan saya berharap penyelidikan semacam itu akan dilakukan.”
Pada hari Jumat, juru bicara militer Israel mengungkapkan bahwa Mayor Jenderal Yifat Tomer-Yerushalmi, Jaksa Militer Israel, mengajukan pengunduran dirinya Sabtu (01/11) pagi kepada Eyal Zamir, Kepala Staf Militer Zionis, menyusul penyelidikan yang sedang berlangsung terkait beredarnya video yang mendokumentasikan pemerkosaan dan penyiksaan seorang tahanan Palestina di penjara Sde Teiman.
Sumber-sumber berbahasa Ibrani mengumumkan bahwa jaksa militer tentara Israel mengajukan pengunduran dirinya kepada Eyal Zamir atas dugaan keterlibatan dalam beredarnya video yang menunjukkan perlakuan kejam pasukan pendudukan terhadap seorang tahanan Palestina di pusat penahanan Sde Teiman.
Pengunduran diri Yerushalmi terjadi hanya sehari sebelum sidang lanjutan dalam penyelidikan tersebut, di mana ia dijadwalkan hadir untuk memberikan kesaksian. Sidang itu merupakan bagian dari penyelidikan yang sedang dilakukan di bawah pengawasan Kepolisian Israel dan Unit Investigasi Pusat bekerja sama dengan kejaksaan.
Diperkirakan keputusan ini dibuat setelah adanya tekanan politik dan administratif langsung dari Menteri Perang, yang baru-baru ini mengumumkan bahwa Yerushalmi "tidak akan kembali menjabat" karena "seriusnya kecurigaan dan sensitivitas posisinya."(sl)