Watap Rusia di PBB: Sanksi AS Menarget Rakyat Suriah
https://parstoday.ir/id/news/world-i81480-watap_rusia_di_pbb_sanksi_as_menarget_rakyat_suriah
Wakil Tetap Rusiah di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut virus Corona menjadi masalah tambahan bagi Suriah seraya mengatakan, "Sanksi terhadap Suriah telah menarget warga biasa negara ini."
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
May 19, 2020 06:49 Asia/Jakarta
  • Vasily Nebenzya, Wakil Tetap Rusia di PBB
    Vasily Nebenzya, Wakil Tetap Rusia di PBB

Wakil Tetap Rusiah di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut virus Corona menjadi masalah tambahan bagi Suriah seraya mengatakan, "Sanksi terhadap Suriah telah menarget warga biasa negara ini."

Menurut laporan IRNA, Vasily Nebenzya, Wakil Tetap Rusia di PBB hari Senin (18/05/2020) dalam sidang Dewan Keamanan PBB soal Suriah mengritik sanksi sepihak terhadap Suriah dan menambahkan, "Kemampuan pemerintah negara ini untuk menghadapi virus Corona menjadi berkurang."

Watap Rusia di PBB juga mendukung upaya baik Geir Pedersen, Wakil Khusus Sekjen PBB urusan Suriah untuk mencari solusi krisis Suriah.

"Pedersen tetap melakukan kontak dengan pihak-pihak Suriah terkait putaran berikutnya perundingan komite konstitusi," ungkap Nebenzya.

Vasily Nebenzya, Wakil Tetap Rusia di PBB

Duta besar Suriah di Rusia hari Senin mengecam keras sanksi AS terhadap negaranya di tengah mewabahnya coronavirus, dan menyebutnya "terorisme medis".

Riad Haddad, Dubes Suriah di Rusia dalam seminar virtual menekankan bahwa sanksi sepihak Amerika Serikat terhadap Suriah adalah ilegal dan bertentangan dengan aturan internasional seraya menjelaskan, sanksi ini menghalangi upaya menghadapi virus Corona.

Dubes Suriah di Rusia menjelaskan bahwa Suriah dalam perang melawan virus Corona membutuhkan obat-obatan dan alat kesehatan serta meminta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menentang sanksi-sanksi Amerika Serikat.

Dalam beberapa pekan terakhir, menyusul penyebaran virus Corona di dunia, para pejabat internasional dan sejumlah negara menuntut pembatalan sanksi sepihak dan ilegal Amerika Serikat, tetapi pemerintah Washington yang dipimpim oleh Donald Trump, hingga saat ini menolak permintaan ini.

Sanksi sepihak dan zalim Washington, yang meliputi barang-barang dasar dan bahkan obat-obatan dan medis, telah menyebabkan banyak masalah bagi rakyat negara-negara di bawah sanksi AS, terutama para pasien penyakit Corona.

Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran baru-baru ini mengritik kebijakan bermusuhan Amerika Serikat, itu pun di puncak penyebaran virus Corona, mengatakan bahwa dunia sudah tidak boleh bungkam di hadapan terorisme ekonomi Amerika Serikat yang dihubungkan dengan terorisme medis.